Iran: Selat Hormuz Harus Tetap di Bawah Kendali Teheran, Tak Akan Tunduk pada Tekanan AS

Writer: - Jumat, 17 Juli 2026
Foto yang disediakan oleh Kementerian Informasi Oman pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan di Selat Hormuz. (Xinhua)

Teheran, Sumselupdate.com – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa keamanan nasional negaranya bergantung pada keberlanjutan pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran. Menurutnya, Teheran tidak akan membiarkan pihak yang disebutnya sebagai “musuh” memaksakan kehendaknya terhadap negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Qalibaf, yang juga menjabat sebagai kepala tim negosiasi Iran, dalam sebuah keterangan pada Rabu (16/7).

Read More

Ia menuding Amerika Serikat berupaya menyerang Iran kapan pun memiliki kesempatan demi kepentingannya sendiri. Karena itu, menurutnya, Iran harus tetap berpegang pada pendekatan yang berorientasi pada kepentingan nasional, realisme, dan strategi jangka panjang, baik dalam situasi perang maupun perundingan.

“Iran tidak menginginkan perang, tetapi kami harus selalu siap berperang untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional,” tegas Qalibaf.

Meski demikian, ia menilai diplomasi tetap memiliki peran penting. Menurutnya, upaya diplomasi dan negosiasi harus berjalan beriringan agar kepentingan nasional Iran tetap terlindungi.

Qalibaf juga menanggapi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang baru ditandatangani dengan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut mengatur masa negosiasi selama 60 hari guna mencapai perjanjian damai yang bersifat final.

Menurutnya, MoU hanya akan memberikan manfaat apabila seluruh ketentuan yang disepakati benar-benar dihormati dan dilaksanakan oleh semua pihak.

Ia menegaskan, apabila Iran tidak memperoleh manfaat dari implementasi kesepakatan tersebut, maka tidak ada alasan bagi negaranya untuk tetap berkomitmen terhadap MoU itu.

MoU yang ditandatangani pada 18 Juni tersebut bertujuan mengakhiri konflik di kawasan, termasuk di Lebanon. Namun, implementasinya kini berada dalam ketidakpastian setelah bentrokan antara pasukan Iran dan Amerika Serikat kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts