Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19, Izin Usaha Bakal Dicabut

Ketua Persatuan Restoran Hotel Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) Herlan Aspiudin

Palembang, Sumselupdate.com – Sebaran Covid-19 di Kota Palembang masih tinggi. Sehingga protokol kesehatan harus diterapkan siapa saja.

Bahkan, jika tempat hiburan, restoran dan perhotelan tidak mematuhinya terancam izin operasional dicabut.

Bacaan Lainnya

Ketua Persatuan Restoran Hotel Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) Herlan Aspiudin mengatakan, saat ini pihaknya masih terus memberikan edukasi dan sosialisasi.

Nantinya, jika telah ditegur masih tidak patuh, cabut izin dimungkinkan bisa dilakukan.

“Kita akui ekonomi baru bergerak dan saat ini memang belum ada hukum. Saat ini yang masih sulit diawasi itu kafe malam liar,” katanya.

Keputusan itu merupakan upaya meningkatkan ketertiban bagi semua pelaku usaha dan wisata, agar konsisten beroperasi dan aktif menerapkan protokol sesuai standar. “Kami mengingatkan terus, bagi yang tidak menerapkan ancamannya izin usaha diproses agar dicabut,” katanya.

Herlan mengatakan, pihaknya rutin memantau operasional hotel dan restoran yang tersebar di Sumsel.

Terutama yang berkaitan dengan konsistensi penerapan jaga jarak, menjaga kebersihan, wajib masker serta jadwal penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitar.

Ia menerangkan, penerapan protokol kesehatan oleh pengelola dan pengunjungan tempat hiburan maupun wisata, harus dilakukan demi keberlangsungan dan kebaikan bersama.

“Karena kebiasaan masyarakat kita kalau tidak diingatkan terus suka lupa. Makanya pemantauan tiap pekan ke lokasi berbeda,” katanya.

Ia pun menginfokan agar kawasan perhotelan, restoran, dan tempat hiburan, tidak melanggar instruksi Presiden tentang peningkatan ketertiban protokol Covid-19, serta penegakan hukum dalam mencegah penyebaran Virus Corona.

“Sosialisasi terus dilakukan, karena itu jika masih ada yang melanggar maka konsekuensinya mereka harus terima,” katanya.

Herlan menilai, saat ini mayoritas pelaku usaha hotel dan restoran di Sumsel sudah patuh dan mengikuti aturan dengan tepat.

Apalagi dalam pelayanannya, pelaku usaha sudah memfasilitasi konsumen dan tamu yang berkunkunjung dengan baik.

“Sistem protokol kesehatan di sejumlah titik, saya rasa sudah cukup efektif,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pencabutan izin usaha memang perlu ditekankan secara konsisten.

Apalagi, kebijakan tersebut berdampak bagi kesehatan semua masyarakat yang berada di tempat hiburan, termasuk lokasi wisata seperti hotel dan restoran.

“Kita usahakan disiplin pantauan rutin, ini penting dilakukan demi kebaikan masyarakat. Nanti kita cek di sana menaati atau melanggar prosedur Covid-19. Semua di bawah tanggung jawab PHRI dan wewenang tidak bisa sembarangan, harus tetap dibicarakan,” katanya. (iya)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.