TAA Dibidik Menjadi Proyek Percontohan Pengembangan Limbah Sabut Kelapa

Senin, 22 Februari 2016
Ketua Umum Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (Aski) Efli Ramli didampingi Ketua Umum Kadin Indonesia, H Eddy Ganefo.

Palembang, Sumselupdate.com -Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (Aski) bersama Kadin Indonesia segera menjadikan Provinsi Sumsel terutama di Kawasan Tanjung Api-Api (TAA) sebagai proyek percontohan memanfaatan limbah sabut kelapa.

Ketua Umum Kadin Indonesia, H Eddy Ganefo menargetkan April tahun ini pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produksi turunan bisa berjalan. Sehingga usai lebaran ekspor limbah sabut kelapa bisa dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Jadi memang kita gandeng Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia masuk di Sumsel untuk mengubah masalah limbah sabut kelapa menjadi peluang,” ujar Eddy Ganefo, Senin (22/2).

Di tahap awal program Kadin mencetak sejuta pengusaha dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa ini, kata Eddy pihaknya telah menyiapkan lima mesin pengolah sabut kelapa.

Setiap satu mesin itu sendiri bisa dimanfaatkan lima pengusaha. Dimana setiap satu pengusaha dapat menciptakan 120 tenaga kerja.

Dengan demikian sambung Eddy, adanya industri pemanfaatan limbah sabut kelapa ini akan mampu mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Kita tinggal mengundang Gubernur dan Bupati untuk survei agar pemanfaatan limbah sabut kelapa bisa terlaksana. Ini juga akan menyumbang PAD (pendapatan asli daerah),” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (Aski), Efli Ramli menyambut baik langkah Kadin dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa.

Menurutnya, Sumsel tepatnya kawasan Tanjung Api-api merupakan kawasan yang paling berpeluang sebagai lokasi percontohan industri sabut kelapa.

Dilanjutkannya, tiga alasan yang membuat pihaknya intens mengelola limbah sabut kelapa yakni dilatari banyaknya permintaan pasar, peluang tenaga kerja serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Khususnya MEA ini ancaman terbesar. Karena Indonesia ini penghasil kelapa terbesar di dunia. Sekarang ini negara Asia lagi melirik karena potensi bahan baku kita terbesar,” katanya.
Dari limbah sabut kelapa ini, kata dia dapat diolah menjadi matras, tali tambang, coco pit (media tanam). (erk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.