Palembang, Sumselupdate.com – Suhu udara di wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir terasa semakin panas dan menyengat, terutama saat siang hari di bulan suci Ramadan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Sumsel terpantau berada pada kisaran 24 hingga 35 derajat Celsius.
BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan mencatat, suhu maksimum tertinggi dalam tiga hari terakhir terjadi pada 28 Februari 2026. Di Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, suhu mencapai 34,8 derajat Celsius, sementara di Stasiun Meteorologi SMB II Palembang tercatat 34,5 derajat Celsius.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badarudin II Palembang Siswanto mengatakan, meski saat ini Sumatera Selatan masih berada dalam periode musim hujan, dalam tiga hari terakhir terjadi penurunan curah hujan hampir di seluruh wilayah. Kondisi ini dipengaruhi oleh pergeseran daerah pertemuan angin (konvergensi) yang saat ini aktif di sepanjang wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara (Nusra).
“Selain itu, kelembapan udara pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer tidak cukup basah, sehingga pembentukan awan hujan menjadi sangat minim. Akibatnya, potensi hujan menurun dan sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa terhalang awan,” katanya, Senin (2/3/2026).
Minimnya tutupan awan inilah yang menyebabkan pancaran sinar matahari terasa lebih terik, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut semakin dirasakan berat oleh masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Baca juga : Puncak Kemarau, Empat Daerah Masuk Katagori Rawan Tinggi Karhutla
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan makanan selama lebih dari 12 jam. Aktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari langsung berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lainnya.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengatur aktivitas di luar ruangan, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur,” jelasnya.
Baca juga : Puncak Kemarau, BPBD Ajukan Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca
Dengan kondisi cuaca yang cenderung cerah dan panas pada siang hari, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga kesehatan agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan lancar. (Iya)











