Ponorogo, Sumselupdate.com – Generasi muda harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus motor perubahan sosial yang aktif dan kreatif. Pesan tersebut disampaikan Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua MPR RI saat menghadiri audiensi bersama organisasi kepemudaan Nasionalis – Islam dalam rangkaian Reses Ramadan Religi, Menguatkan Negeri, Sabtu (28/02), dengan tema Bersatu, Aktif, dan Kreatif untuk Bangsa.
Dalam forum yang dihadiri kader PMII, HMI, GMNI, IMM, IPNU, IPPNU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, hingga perwakilan BEM kampus Islam, Edhie Baskoro Ketua Fraksi Partai Demokrat menegaskan perbedaan latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang persatuan generasi muda.
“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda warna, bahkan berbeda cara pandang. Tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu Indonesia yang lebih maju, aman, adil, demokratis, dan sejahtera,” ujar Ibas sapaan akrab Edhie Baakoro tersebut.
Menurut Ibas, bonus demografi Indonesia menjadi peluang besar yang hanya dapat berhasil apabila generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan karakter kuat, literasi yang baik, serta semangat kolaborasi lintas organisasi.
“Muda adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Jangan sampai bonus demografi justru menjadi masalah jika generasi mudanya tidak siap dan kehilangan arah,” jelasnya.
Ibas mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak di tengah era digital yang berkembang sangat cepat. Teknologi, harus menjadi sarana peningkatan kapasitas diri, bukan ruang penyebaran informasi negatif maupun konflik sosial.
“Gunakan teknologi untuk belajar, mencari data yang benar, dan membangun gagasan positif. Kepintaran teknologi harus tetap diimbangi moral dan etika,” tegas Edhie Baskoro.
Dikatakan, negeri runtuh bukan karena musuh besar, tetapi karena anak mudanya kehilangan arah.
Sebagai solusi, Ibas mendorong empat langkah strategis bagi pemuda, Memperkuat literasi digital, politik, dan kebangsaan, Membangun kolaborasi lintas organisasi, Mengutamakan aksi nyata, bukan sekadar diskusi, dan merawat dialog dan menolak provokasi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menawarkan sejumlah program kawalan bersama, antara lain, Gerakan Pemuda Kawal Konstitusi, melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan diskusi kampus. Ramadan Berbagi, Negeri Peduli, aksi sosial lintas organisasi kepemudaan. Forum rutin pemuda untuk mengawal kebijakan publik dan memberikan rekomendasi tertulis kepada DPR dan MPR. Inkubasi ekonomi kreatif kader untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda.
Ibas menegaskan pentingnya implementasi nilai Pancasila dalam tindakan nyata.
“Pancasila bukan slogan, tetapi tindakan. NKRI harga mati bukan teriakan, tetapi komitmen,”jelasnya. Ibas mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus merawat persatuan.
“Agama memberi cahaya. Kebangsaan memberi arah. Bersatu dalam visi. Aktif dalam aksi. Kreatif dalam solusi. Kita bukan generasi rebahan. Kita generasi perubahan,” katanya.(**)











