Sidang Terdakwa AKBP Dalizon, Empat Saksi Dihadirkan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung, menghadirkan empat orang saksi.

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung, menghadirkan empat orang saksi, di antaranya, mantan Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga, Tim Penyidik Polda Sumsel bernama Robi, serta dua PNS Polda Sumsel bernama Edyan Reza Saputra dan Ridwan Sabidin.

Keempat saksi tersebut terkait kasus dugaan pemerasan dan suap infrastruktur proyek Dinas PUPR Kabupaten Muba yang menjerat terdakwa oknum perwira polisi AKBP Dalizon.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Mangapul Manalu SH MH, saksi Arif Hidayat Ritonga yang saat perkara ini selain menjadi Kapolres OKU, juga ditunjuk sebagai Kabag Wasidik Polda Sumsel, yang menyampaikan bahwa tidak ada notulen gelar perkara sebelum penyidikan perkara ini dihentikan.

“Biasanya notulen itu ada kami dapatkan, jika ada gelar perkara sebelum menghentikan penyidikan, tapi saat kami periksa notulen untuk Laporan Informasi (LI) 68 dan 94 itu tidak ada,” ungkap Arif H.

Saksi Arif Hidayat juga menerangkan penghentian penyidikan itu telah berdasarkan telegram Bareskrim Mabes Polri, bahwasanya bisa dihentikan apabila ditemukan kelebihan bayar sebagai kerugian negara yang telah telah dikembalikan.

Sementara dari keterangan saksi Robi sebagai Panit II Unit V di bawah pimpinan terdakwa AKBP Dalizon, menjabat sebagai Kasubdit Reskrimsus Polda Sumsel, mengaku adanya LI tersebut berdasarkan laporan masyarakat kabupaten Muba tahun 2019.

Keterangan saksi Robi kembali dibantah oleh terdakwa Dalizon bahwa, seluruh LI tersebut bukan berdasarkan pengaduan masyarakat (Dumas), melainkan Dumas yang dibuat sendiri oleh penyelidik Polda Sumsel, yang telah di setting seolah-olah ada laporan masyarakat.

Usai sidang, Tim Jaksa Kejagung RI memilih bungkam, tidak ingin diwawancarai oleh awak media.(Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.