Sepeninggal Merliana yang Terjun Bersama dengan Kekasih di Sungai Musi, Sang Ibunda Harus Hidup Sendiri

Mendiang Merliana dan kekasihnya Tegar semasa hidup.

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Suasana duka masih terlihat jelas menyelimuti di kediaman Ermi (46) ibunda almarhumah Merliana (17) di Jalan Padang Selasa Gang Gacor, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (24/8/2020) malam, saat takziah hari pertama sepeninggal gadis belia itu untuk selama-lamanya.

Bacaan Lainnya

Merliana sendiri diketahui meninggal dunia bersama kekasihnya Tegar (18) dengan cara terjun bersama ke Sungai Musi melalui dermaga 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Minggu (23/8/2020) siang kemarin.

Pantauan Sumselupdate.com para tetangga berdatangan untuk mengikuti takziah. Mereka duduk di kursi yang  sudah disusun sedemikian rupa di depan rumah.

Sementara di ruang tengah terlihat Ermi masih terlihat syok dan menangis. Keluarga dan tetangganya pun berusaha menghibur dan menguatkan Ermi agar ikhlas dan tegar menghadapi musibah yang menerpanya.

Ermi sepeninggal anak semata wayangnya itu, harus hidup sendiri, sebab suaminya M Zen sudah mendahuluinya dua tahun lalu.

David (37), paman almarhum kepada Sumselupdate.com mengatakan, keluarga masih tidak percaya jika anak semata wayang dari pasangan M Zen (almarhum) dan Ermi meninggal dunia dengan cara seperti itu.

David, paman almarhumah Merliana.

 

Menurut David, ibunda maupun pihak keluarga tidak ada sama sekali memiliki firasat apa-apa jika Merliana bakal pergi untuk selama-lamanya.

“Kalau firasat tidak ada sama sekali. Keluarga sangat terpukul terhadap kondisi Merliana yang ditemukan tidak bernyawa bersama pasangannya di Sungai Musi Palembang,” kata David, Senin (24/8/2020).

David mengatakan, sehari-harinya Merliana yang tercatat siswi SMA swasta rajin membantu ibunya berjualan di Pasar 16 Ilir Palembang.

Nah, sejak dekat dengan kekasihnya Tegar (18), sang ibu terus memantau aktivitas anaknya.

“Sehari harinya semejak libur ini suka berjualan minuman di pasar membantu ibunya. Kalau masalah dengan korban lelaki itu kita tidak tau, setahu kita mereka itu hanya teman dekat. Semenjak dekat dengan Tegar, keluarga termasuk sang ibu selalu memantau aktivitas dia (Merliana –red) di Pasar 16 Ilir,” kata David.

Dikatakan David, menurut keterangan dari lapangan sempat terlihat pesan WhatsApp dari handphone Tegar yang mengatakan akan bunuh diri.

“Terlihat dari pesan WA sang lelaki yang mengatakan akan bunuh diri. Hal ini ditemukan dari handphone Merliana oleh warga sekitar,” ujarnya lagi.

Senada dikatakan A (40), salah seorang tetangga jika dari pesan yang ada di handphone Merliana, terungkap sebelum keduanya nekat menghabisi nyawa sendiri dengan cara melompat ke Sungai Musi, Tegar sempat mengirim pesan agar Merliana menemuinya di dermaga 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang

“Kalau kita lihat di HP Merliana ada pesan ajakan dari sang pacar sebelum meninggal, yang pesannya ingin bunuh diri bila tidak kesana (dermaga),” ujar A.

Dikatakannya, memang pacar korban pernah ingin mengajak nikah. Namun, karena Merliana masih duduk di bangku sekolah kelas 12 salah satu SMA swasta di Palembang, niat untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya akhirnya belum kesampaian.

Dalam kesehariannya, korban Merliana dikenal memiliki pribadi yang baik, dan pendiam serta menuruti orang tua.

“Sama kita ia baik orangnya ramah dan walaupun anak semata wayang dia sering membantu orang tuanya jualan di Pasar 16 Ilir Palembang,” katanya

Sebagainana diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih Merliana (17) dan Tegar (18), karyawan swasta secara bersamaan melompat ke Sungai Musi di Dermaga 9-10 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Minggu (23/8/2020), sekitar pukul 13.00 WIB.

Tim gabungan dan Petugas Basarnas akhirnya berhasil menemukan jasad sepasang kekasih secara terpisah sekitar pukul 22.45 WIB dan 23.35 WIB.

“Tim SAR bersama penyelam tradisional berhasil menemukan korban pertama yakni Tegar, sekitar pukul 22.45 wib di kedalaman 91 meter di arah barat daya,” ujar Kepala Basarnas Palembang Hery Marantika, semalam.

Sedangkan korban kedua, yakni kekasihnya Merliana ditemukan di kedalaman 130 meter dari arah barat daya pukul 23.35 WIB. Saat ditemukan, Merliana juga sudah dalam keadaan tak bernyawa.

“Kedua jasad korban telah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” imbuhnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.