Banyuasin, Sumselupdate.com – Buntut peristiwa penyerobotan lahan seluas dua hamparan batang parit di Desa Solok Batu, Kecamatan Air Saleh, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, membuat para petani hingga saat ini takut untuk turun ke sawah, Sabtu (9/8/2025).
Imbasnya para petani hingga saat ini tertunda turun ke lahan untuk menanam padi masa tanam Ip 300 yang diharapkan pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional.
Dua batang parit area lahan yang berkonflik itu seluas 125 hektar, yang masuk dalam program ketahanan pangan berbasis APBN dari Kementerian Pertanian.
Khawatir akan hal itu, Forkompimcam Air Saleh memfasilitasi para pihak terkait dalam rangka dukungan program ketahanan pangan tersebut dapat terus berjalan.
Untuk diketahui, konflik lahan itu melibatkan 125 petani yang memiliki sertifikat SHM berhadapan dengan sekelompok orang yang mengklaim lahan tersebut sebagai ahli waris.
Baca Juga: Empat Kelompok Tani di Air Saleh Gagal Ikut IP300 Usai Lahan Mereka Diserobot dan Dipatok
Untuk sekarang, konflik tersebut kian memanas dan sudah menjadi perhatian publik yang dikhawatrkan menjadi konflik horizontal yang berkepanjangan.
Dalam pertemuan yang diadakan Forkompimcam Air Saleh itu berlangsung di Kantor Kecamatan Air Saleh.
Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Camat Air Saleh Mulyadi, SSos, MSi didampingi Kapolsek Makarti Jaya Iptu Suhendri, dan unsur TNI diwakilkan Serka Qori.
Camat Air Saleh, Mulyadi meminta para pihak yang terlibat dalam konflik itu tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Baca Juga: Makam Ayah Belum Kering, Anak di Air Saleh Lapor ke Polda Sumsel Usai SHM Orang Tuanya Dicuri
”Saya minta kedua belah pihak silakan berproses hukum tapi jangan ganggu program pemerintah yang ada di situ,” ucap Mulyadi.
Selain Forkompimcam Air Saleh, dalam pertemuan itu juga dihadiri perwakilan DPRD Sumsel Arisa Lahari.
Di lain sisi, 125 petani yang ikut dalam pertemuan itu juga didampingi oleh Kuasa Hukum mereka M Novel Suwa dari kantor LBH Bima Sakti.
”Intinya pertemuan itu, forkompimcam meminta pihak terkait untuk dapat menahan diri dan jangan sampai terjadi konflik horizontal,” ucap Novel.
Novel juga menyebut, Forkompimcam Air Saleh mengharapkan petani tetap turun ke sawah menanam padi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Novel juga menyebut terkait perkara yang juga kini saling lapor menyusul pihak yang mengklaim lahan petani itu membuat laporan ke Polres Banyuasin.
”Intinya karena sudah saling lapor tinggal kita buktikan saja di pengadilan,” tegasnya.
(**)











