Selama 2021 PN Tipikor Palembang Tangani 65 Kasus Korupsi

Juru Bicara Pengadilan Negeri Palembang, Sahlan Effendi, SH, MH

Palembang, Sumselupdate.com – Selama tahun 2021 ada sekitar 1.858 kasus pidana yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, yang diantaranya pencurian, begal, penganiayaan, narkotika dan pidana umum lainnya.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pengadilan Negeri Palembang, Sahlan Effendi, SH, MH, saat diwawancarai, Senin (27/12/2021)

Read More

“Dibandingkan tahun 2020 mengalami penurunan perkara pidana umum,” katanya.

Sahlan menjelaskan jika dibandingkan tahun 2020, jumlah perkara pidana umum yang masuk ke Pengadilan mengalami penurunan.

“Ditahun 2020 lalu, ada sekira 2.020 perkara pidana umum yang masuk ke pengadilan. Tahun ini tidak sampai 2.000,” katanya.

Adapun perkara yang jumlah cukup tinggi yakni masih didominasi oleh perkara Narkotika.

Ia juga mengatakan bahwasanya di tahun 2021, setidaknya ada enam nama terdakwa yang divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Palembang.

“Enam terdakwa itu dari kasus narkotika semua. Yang diantaranya kemarin ada yang mantan anggota DPRD Palembang,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk kasus tipikor mengalami peningkatan dari tahun kemaren.

“Tahun ini PN tipikor menangani sekitar 65 kasus korupsi,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, nama enam terdakwa narkotika yang divonis mati oleh Pengadilan Negeri Palembang, yakni Yati Suharman, Doni, SH, Ahmad Najmi Ermawan, Alamsyah, Mulyadi dan Taufik.

Seperti yang diketahui Yati Suharman, Doni, SH, Ahmad Najmi Ermawan, Alamsyah, dan Mulyadi merupakan gembong narkotika dengan barang bukti berupa 4 kilogram sabu-sabu dan 21.000 pil ekstasi.

Kelima terdakwa dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo 132 ayat 1 UU 35 tahun 2009 narkotika subsider 111 ayat 2 Jo 132 ayat 1. Dengan hukuman vonis mati.

Sedangkan untuk Taufik merupakan terdakwa kasus narkotika dengan barang bukti berupa 25 kilogram sabu-sabu.

Terdakwa Taufik dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo 132 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.