Selama 2018, BNN Lubuklinggau Rehab 75 Pecandu Narkoba

Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman saat menyampaikan rilis akhir tahun di kantor BNN Lubuklinggau, Kamis (13/12/2018).

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Selama tahun 2018, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau telah merehab 75 orang penyalahaguna atau pecandu narkoba.

Mereka yang direhabilitasi tersebut ada yang mendapat layanan pengantaran residen dan rawat jalan.

Bacaan Lainnya

Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Pemberantasan, AKP Sukirman di kantor BNN Lubuklinggau, Kamis (13/12/2018), mengatakan, selama kurun waktu tahun 2018, BNN Lubuklinggau sudah melakukan kegiatan baik bersifat pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi maupun capaian dalam rangka upaya pemberantasan.

“BNN Lubuklinggau telah melaksanakan kegiatan pelayanan yaitu pengantaran residen termasuk juga rawat jalan bagi para penyalahguna, pecandu narkoba sebanyak 75 orang dari target yang hanya diberikan alokasi anggaran sebanyak 25 orang. Jadi ada peningkatan target sebanyak 50 orang,” jelas Edy.

Adapun dari 75 orang yang menjalani rehabilitasi yakni 23 melaksanakan rawat inap dipanti rehabilitasi milik BNN Lubuklinggau.

Kemudian milik komponen masyarakat yaitu ke Kalianda (lampung) 9 orang, ke Lido (Bogor) 9 orang, Palembang 1 orang, yayasan mitra mulia 1 orang dan Dwin Foundation di Palembang 4 orang. “Rehabilitasi ini dri berbagai macam kalangan,” timpalnya.

Di 2018, pihaknya merehab dari ASN 3 orang, Polri 2 orang, TNI 1 orang, Kades 1 orang. Lalu dari swasta, wiraswasta, petani, buruh dan termasuk pelajar ada 10 orang.

“Jadi pelaksanaan rehabilitasi bila dibandingkan degan tahun lalu sedikir ada penurunan. Karena tahun lalu ada sebanyak 107 pelayanan rehabilitasi, tahun ini hanya 75 orang,” bebernya.

Meski begitu, Edy menambahkan, dari segi peran serta masyarakat ada peningkatan. Karena apa? “Rata-rata masyarakat yang kegiatan rehabilitasi adalah bersifa6 folenteri, jadi kita tidak banyak melaksanakan razia, tetapi sekarang masyarakat mulai sadar dan mau untuk melapor atau mau untuk berobat di BNN Lubuklinggau,” ungkapnya.

Selain itu, dalam hal upaya rehabilitsi, BNN meminta dukungan masyarakat. Dan meminta masyarakat untuk tidak takut melapor ke BNN maupun instansi. “Jangan berpikir rehab lebih berat daripada dipenjara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan pihaknya juga di 2018 dalam rangka untuk mengurangi angka peredaran gelap narkoba telah melakukan penindakan melalui kegiatan pemberantasan.

Selama kurun waktu 2018 sebanyak 17 laporan kasus narkotika (LKN) dan satu kasus pihaknya mendapatkan limpahan kasus dari BNNP.

“Jadi ada 18 laporan kasus narkotika dengan jumlah 27 tersangka. Rinciannya ASN dua orang, swasta 5 orang, wiraswasta 10 orang, buruh 1 orang, petani 2 orang, pengangguran 2 orang dan narpidana 5 orang,” jelasnya.

Kata Edy, perlu dikethui di 2018 pihaknya bekerjasama dengan LP Talang Rejo Lubuklinggau melaksanakan upaya pengungkapan dan penangkapan napi yang menggunakan narkohba di lembaga pemasyarakatam.

“Itu ada 2 LKN. Sebanyak lima orang yang sudah kita proses. Satu sudah P21, satunya lagi masih dalam proses dikejaksaan,” katanya.

Kemudian, di 2018 pihak BNN telah mengamankan barang bukti (BB) terdiri dari shabu sebanyak 131, 65 gram. Lalu 17 setengah butir ekstasi, ganja 25 paket dan 555 batang ganja siap edar.

“Kalau dikalkulasi dari 555 batang ganja itu satu pohon rata-rata adalah satu kilo, sekitar hampir setengah ton narkoba jenis ganja yang kita amankan pada saat pengungkapan kasus di karang jaya, desa sukaraja,” terangnya.

Edy menambahkan, keberhasilan pemberatasan yang dilakukan pihakny selama 2018 berkat peran serta masayarakat.

“Cukup bagus, cukup poisitif. Karena dipenghujung masih banyak juga informasi-informasi yang masuk ke BNN dalam rangka untuk penindakan kasus-kasus narkotika,” ujarnya.

Pencapaian pihaknya di 2018 dibandingkan 2017, jumlah LKN meningkat satu kasus. Tersangka meningkat dari 22 yang diamankan 2017, di 2018 ada 27 orang.

“Jadi keberhasilan ini tentu ada peran serta semua kalangan semua pihak. Paling utama bagaimana unsur pencegahan perlu kita tingkatkan. Karena rehab adalah jalan keluar terakhir.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan pihaknya juga di 2018 dalam rangka untuk mengurangi angka peredaran gelap narkoba telah melakukan penindakan melalui kegiatan pemberantasan. Selama kurun waktu 2018 sebanyak 17 laporan kasus narkotika (LKN) dan satu kasus pihaknya mendapatkan limpahan kasus dari BNNP.

“Jadi ada 18 laporan kasus narkotika dengan jumlah 27 tersangka. Rinciannya ASN dua orang, swasta 5 orang, wiraswasta 10 orang, buruh 1 orang, petani 2 orang, pengangguran 2 orang dan narpidana 5 orang,” jelasnya.

Kata Edy, perlu diketahui di 2018 pihaknya bekerjasama dengan LP Talang Rejo Lubuklinggau melaksanakan upaya pengungkapan dan penangkapan napi yang menggunakan narkohba di lembaga pemasyarakatam.

“Itu ada 2 LKN. Sebanyak lima orang yang sudah kita proses. Satu sudah P21, satunya lagi masih dalam proses dikejaksaan,” katanya.

Kemudian, di 2018 pihak BNN telah mengamankan barang bukti (BB) terdiri dari shabu sebanyak 131, 65 gram. Lalu 17 setengah butir ekstasi, ganja 25 paket dan 555 batang ganja siap edar.

“Kalau dikalkulasi dari 555 batang ganja itu satu pohon rata-rata adalah satu kilo, sekitar hampir setengah ton narkoba jenis ganja yang kita amankan pada saat pengungkapan kasus di karang jaya, desa sukaraja,” terangnya.

Edy menambahkan, keberhasilan pemberatasan yang dilakukan pihakny selama 2018 berkat peran serta masyarakat.

“Cukup bagus, cukup poisitif. Karena dipenghujung masih banyak juga informasi-informasi yang masuk ke BNN dalam rangka untuk penindakan kasus-kasus narkotika,” ujarnya.

Pencapaian pihaknya di 2018 dibandingkan 2017, jumlah LKN meningkat satu kasus. Tersangka meningkat dari 22 yang diamankan 2017, di 2018 ada 27 orang.

“Jadi keberhasilan ini tentu ada peran serta semua kalangan semua pihak. Paling utama bagaimana unsur pencegahan perlu kita tingkatkan. Karena rehab adalah jalan keluar terakhir, terutama mencegah,” pungkasnya. (and)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.