Sekolah Kembali Daring di Empat Lawang, Orangtua Cemas

Kamis, 15 Juli 2021
Ilustrasi belajar daring

Laporan: Faris

Empat Lawang, Sumselupdate.com – Hasil update per 13 Juli 2021, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Empat Lawang meningkat signifikan. Pasien Covid saat ini berjumlah 15 orang, dirawat ada 4 orang, dan isoman 11 orang. Info terbaru dari 15 orang pasien Covid-19, 2 di antaranya meninggal dunia.

Read More

“Iya status masih menunggu hasil swab. Satu pemakaman di Tanjung kupang, satu dibawa balik ke Tanjung Sakti Lahat,” kata dr. Arga Sena Setiawan selaku Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Empat Lawang.

Hal ini tentu sangat berdampak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang. Melonjaknya pasien Covid-19 membuat pemerintah daerah yang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Empat Lawang mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menyatakan bahwa, sekolah kembali menerapkan pembelajaran secara daring sampai dengan 1 September 2021 mendatang.

Kabar ini sangat membuat cemas dan terkejut para orangtua siswa. Pasalnya orang tua sudah senang dengan diterapkannya sekolah Tatap Muka Terbatas (TMT), namun sekarang harus kembali menerapkan pembelajaran daring.

Salah seorang wali murid, Kiki mengatakan anaknya baru saja masuk TK, dan ia khawatir jika anaknya tak bisa belajar secara maksimal. Namun, lanjut Kiki, apalah daya memang sekolah daring harus diterapkan demi keselamatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Anak saya baru hari ini sekolah, lagi ladas-ladasnyo. Baco belum pacak, nulis belum pacak. Dikejutkan oleh libur,” kata Kiki.

Kecemasan serupa juga disampaikan oleh wali murid lainnya. Lukman salah seorang wali murid mengatakan, untuk siswa yang sudah SMP ataupun SMA, masih mendingan untuk mengikuti sekolah daring. Namun, akan beda cerita untuk anak-anak yang baru saja masuk SD dan TK.

“Kalau SMP dan SMA masih lebih baik. Kalau yang baru masuk SD ini yang kasihan. Mereka baru sehari merasakan memakan baju baru, sepatu baru, semangat baru, lalu karena Covid ini tidak jadi sekolah tatap muka. Tapi kita tak bisa berbuat apa-apa, karena ini demi keselamatan bersama,” ujar Lukman. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts