Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go: Penanganan Stunting Harus Kolaborasi Antar Stake Holder

Writer: - Selasa, 5 Agustus 2025
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang menghadiri rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Grand Safran Kota Pangkalpinang pada Selasa (5/8/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang menghadiri rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Grand Safran Kota Pangkalpinang pada Selasa (5/8/2025).

Rapat ini bertujuan untuk membahas strategi dan langkah-langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Bangka Belitung.

Read More

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go mengatakan jika penanganan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas saja, akan tetapi membutuhkan kolaborasi antar stake holder.

“Penanganan atau pengentasan stunting ini tentu harus berhasil, ya harus kolaborasi antar stake holder, tidak bisa diselesaikan oleh salah satu dinas,” ujarnya.

Ia menekankan stunting merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dan kerja sama dari semua pihak.

Di Kota Pangkalpinang, Sekda telah menyerukan kepada seluruh dinas untuk bekerja sama dalam mengentaskan stunting.

“Ayo kita sama-sama mengentaskan stunting ini, baik dari Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas Sosial, DP3 AKB, Dinas Kesehatan,” katanya.

Ia berharap dengan kerja sama yang baik, target penurunan stunting dapat tercapai. Tujuannya adalah mencapai zero stunting di Kota Pangkalpinang pada tahun 2026-2027.

Sekda Mie Go optimis dengan gotong royong dan kerja sama antar stake holder, target ini dapat tercapai.

“Saya rasa dengan kita gotong royong, kita kerjasama, beberapa stakeholder, beberapa dinas yang tadi saya sampaikan, ini insya Allah bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga membahas program pengumpulan telur yang sebelumnya pernah dilakukan.

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk melanjutkan program pengumpulan telur secara sukarela,” katanya.

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung penurunan stunting di Kota Pangkalpinang.

Dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh stake holder, Mie Go yakin bahwa target zero stunting dapat tercapai.

“Apalagi ada program makan gizi gratis, program-program dari dinas kesehatan, dinas sosial ini, kita sama-sama menyesuaikan stunting ini sehingga jadi zero stunting di kota,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pengumpulan telur.

“Tidak hanya Kepala Dinas, tetapi seluruh pegawai kita, masyarakat kita, instansi eventikal ini juga bisa untuk menyelesaikan atau mengumpulkan telur,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah konkret dan kerja sama yang baik, Mie Go sangat optimis bahwa target penurunan stunting dapat tercapai dan masyarakat Kota Pangkalpinang dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts