Salah Injak Pedal, Sedan Vios Terjun Bebas ke Jurang

Kamis, 25 Februari 2016
Sedan Vios yang masuk jurang di Desa Kuba, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Rabu (24/2).

Lahat, Sumselupdate.com -Andri (25) dan temannya lolos dari maut. Kendaraan roda empatnya jenis sedan Vios terjun bebas masuk jurang di Desa Kuba, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Rabu (24/2), sekitar pukul 15.30.

Diduga penyebab kecelakaan tersebut lantaran korban salah injak pedal rem saat hendak menghindari kendaraan di hadapannya. Hilang kedalinya kendaraan korban ditambah lagi hujan yang turun sehingga menyebabkan kondisi jalanan yang licin apalagi Jalinsum Lahat-Pagaralam banyak jalanan yang bergelombang dan berlubang.

Bacaan Lainnya

Hingga hari ini Kamis (25/2), kondisi mobil ringsek ke dalam jurang sedalam 15 meter. Petugas Polsek Pulau Pinang sulit melakukan evakuasi lantaran medan yang dilewati cukup terjal dan minim pencahayaan pada malam hari.

Akhirnya, pihak Polsek Pulau Pinang dibantu warga sekitar, berhasil mengevakuasi bangkai mobil tersebut.

Kapolsek Pulau Pinang AKP Djoko Suyoto mengatakan, sulitnya medan yang terjal ditambah cuaca yang buruk, membuat pihaknya sedikit kewalahan untuk mengevakuasi mobil tersebut.

“Dalam jurangnya sekitar 15 meter, ditambah hujan dari pagi sampai malam yang membuat evakuasi mobil tersebut sedikit terhambat, dengan menggunakan mobil derek, sampai saat ini masih terus kita evakuasi, semoga hari ini tidak mengalami kendala,”ujar Djoko, Kamis (25/2) sore .

Menurut Kapolsek, saat itu korban Andri bersama satu temannya, yang diduga kehilangan kendali hanya mengalami luka ringan. Kendati demikian, mobil tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah akibat nabrak pohon yang berada di jurang, sehingga mobil tersebut tersangkut.

“Beruntung mobil tersebut tersangkut, jika tidak ada pohon itu, mobil tersebut akan masuk kesungai Lematang. Jadi, dugaan sementara, menurut keterangan korban, mobil yang dikendarai dari arah Lahat kehilangan kendali saat berhadapan dengan banyaknya mobil lain,“ jelasnya.

Andri yang gugup menyebabkan pedal rem yang seharusnya diinjak justru terinjak pedal gas. Praktis bukannya melambat laju mobil makin kencang dan tak terkendali. “Saat ini masih kita dalami kronologis berdasarkan keterangan korban yang sudah dilarikan ke rumah sakit,“ katanya.

Dia mengimbau dengan tingginya curah hujan serta licinnya jalan, untuk semua warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk selalu terus berhati-hati. “Kurangi kecepatan saat melintas, terutama pada jalan yang licin dan rawan longsor, demi keselamatan saat berkendara,“ tegasnya. (lip)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.