Saat Urus Balik Nama, Ditlantas Polda Sumsel Temukan Lima BPKB Palsu

Selasa, 1 September 2020
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate-Dinas Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumsel temunkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Palsu saat melakukan pelayanan balik nama kendaraan, Senin (31/8/2020).

Read More

Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni, Selasa (1/9/2020). Menurutnya, ada lima BPKB palsu yang mereka temukan.

“Saat itu kami sedang memberikan pelayanan, ternyata benar terdapat BPKB palsu. Dan ada lima BPKB palsu, ada yang dari Palembang dan ada yang dari luar Palembang,” kata Kombes Pol Juni.

Modus yang digunakan para pelaku, kata dia, dengan membuat laporan palsu bahwa telah kehilangan BPKB, kemudian mereka membuat BPKB palsu dan dileasingkan. Bagi masyarakat awam memang sedikit sulit membedakan mana BPKB asli dan palsu.

“Untuk saat ini pelaku masih didalami, namun sudah terindikasi satu orang pelaku yang melakukan pemalsuan BPKB ini. BPKB dipalsukan di luar daerah Palembang,” katanya.

Dikatakan mantan Dires Narkoba Polda Sumsel, para pelaku beraksi satu hingga dua tahun ini. Namun, ini masih di dalami oleh Ditreskrimum Polda Sumsel. Ciri – ciri yang membedakan BPKB Palsu dan asli di antara lain dijual dengan harga di bawah pasaran, jenis kertasnya juga berbeda, selain itu monogram yang tidak dapat ditiru.

“Kertasnya berbeda, monogram juga berbeda, bahkan tidak bisa ditiru seperti warnanya yang lebih terang kalau yang palsu. Kalau yang asli warnanya tidak terang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Regident Polda Sumsel AKBP Lisbeth Dolok Pasaribu mengatakan, awal dari ditemukannya BPKB Palsu ini bermula dari korban Fanda yang merentalkan mobil Toyota Avanza BG 1757 RY kepada temannya L. Saat itu Fanda membutuhkan uang Rp65 juta, sehingga L pun mencarikan uamg yang dibutuhkan Fanda.

Ternyata L mendapatkan uang tersebut sebesar Rp68 juta yang didapat dari A yang merupakan sepupu L. Usai mendapat uang, Fanda meminta waktu satu bulan untuk mengembalikan uang tersebut.

“Diduga selama satu bulan mobil direntalkan ternyata A memalsukan BPKB mobil milik Fanda. BPKB palsu baru diketahui saat suami Fanda bertemu dengan A. Saat itu sempat terjadi cekcok mulut karena suami Fanda merasa itu mobil miliknya,” ujarnya.

Tak ingin ribut terlalu panjang, lalu mobil dan dokumen dibawa ke Ditlantas Polda Sumsel untuk dicek. Saat dicek ternyata BPKB tersebut palsu.

“Mobil langsung diamankan di Ditlantas Polda Sumsel, dan nanti akan diserahkan ke Polsek Sukarami karena laporannya ada di Polsek Sukarami, ” tuturnya.

Dikatakan Lisbet, ada empat mobil dan lima BPKB Palsu yang berhasil diamankan. Yakni Toyota Rush, Toyota Avanza dan dua unit Isuzu Panter. Untuk Rush dan Toyota akan dilimpahkan ke Polsek Sukarami karena laporan di sana, sedangkan dua unit mobil Isuzu diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membeli mobil pada malam hari dan COD (saling bertemu-red). Jika memang ingin membeli mobil dan bertemu, lebih baik datang ke Ditlantas untuk mengecek dulu asli atau palsu dokumen mobil tersebut. Untuk mengecek di Ditlantas gratis, tanpa dipunggut biaya,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts