Muratara, Sumselupdate.com – Untuk membantu masyarakat yang kurang mampu serta dalam rangka meramaikan acara peresmian Kampung Siaga Bencana (KBS) Puskesmas Karang Dapo, Kabupaten Muratara berpartisipasi melakukan bakti sosial dalam bentuk khitanan masal secara gratis untuk masyarakat Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.
Untuk target 50 orang anak, namun yang mendaftar mencapai 70 orang anak. Artinya over target, dengan begitu tentunya partisipasi masyarakat cukup tinggi untuk membawak anaknya supaya disunat.
“Kegiatan sosial ini tidak lain meramaikan acara KSB, melakukan sunat masal. Namun dapat dilihat dari target 50 orang anak, akan tetapi yang mendaftar itu sebanyak 70 orang anak dan over target,” ungkap Kepala Puskesmas Karang Dapo Devi Erawati, Senin (28/11/2016).
Dijelaskannya dari jauh hari pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan diadakan bakti sosial sunat massal secara gratis.
“Ini sangat luar biasa mengingat bisa over target, selain itu juga upaya yang dilakukan oleh kita melakukan sosialisasi disetiap desa yang ada,” jelasnya.
Lanjutnya sunatan massal ini dilakukan tidak lain untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga mungkin selama ini masyarakat yang sudah memiliki rencana ingin menyunat anaknya, akan tetapi terkendala dengan biaya sehingga menundah untuk menyunat anaknya tersebut.
“Tentunya adanya kegiatan ini tentunya masyarakat yang kurang mampu bisa terbantu, sehingga anaknya itu bisa disunat tanpa harus menundah sambari menunggu ada uang,” tuturnya.
Terpisah Marni (45) salah satu orang tua anak yang bersunat mengatakan, ia sangat berterimakasih dengan adanya sunatan masal secara gratis, sehingga bisa mengurangi beban mereka dan merasa sangat terbantu.
Lebih lanjut ia menuturkan sudah memiliki rencana untuk menyunat anaknya, dikarenakan terkendala dengan biaya. Tapi sekarang anaknya sudah sunat tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah sudah mengadakan sunat masal dan tentunya kami merasa terbantu, sebab menyunat anak tanpa mengeluarkan biaya alias gratis,” ucapnya.
Ia mengharapkan kepada Pemerintah program seperti ini jangan jika perlu dilakukan 2 kali dalam setahun, sebab sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. Selain itu juga jika memungkinkan diadakan pengobatan gratis kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dilakukan secara rutin dan jangan sampai dilakukan ketika ada acara besar saja serta jika memungkinkan diadakan pengobatan secara gratis,” harapnya. (ain)











