Kabut Asap Palembang Rabu Subuh Makin Pekat, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Writer: - Rabu, 7 Oktober 2026
Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Rabu (7/10/2026) subuh. Kualitas udara di beberapa titik tercatat berada pada kategori berbahaya hingga sangat tidak sehat. (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, hingga Rabu (7/10/2026) subuh. Kondisi kualitas udara di beberapa titik tercatat berada pada kategori berbahaya hingga sangat tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir sekitar pukul 05.00 WIB, kualitas udara terburuk tercatat di kawasan Musi 2 dengan indeks 486. Sementara kawasan Bukit UNSRI mencapai 302. Kedua wilayah tersebut masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.

Read More

Kondisi serupa terjadi di kawasan Demang Lebar Daun dengan indeks kualitas udara mencapai 265 atau berada pada kategori sangat tidak sehat.

Selain pemantauan IQAir, kondisi pencemaran udara juga terlihat dari tingginya konsentrasi PM2.5. Sejak sekitar pukul 01.00 WIB, kadar PM2.5 tercatat mencapai 1.105.

Sejumlah wilayah lainnya juga menunjukkan angka pencemaran yang tinggi. Berdasarkan pemantauan ISPU, kawasan Bukit tercatat 665, Demang Lebar Daun 581, sedangkan Musi 2 mencapai 385.

Tingginya konsentrasi partikulat halus tersebut membuat kabut asap masih terlihat pekat hingga menjelang pagi. Kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang terus melakukan penanganan terhadap sumber-sumber kebakaran yang berpotensi memperburuk kualitas udara.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang menyiagakan sekitar 800 personel untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran bangunan.

Ratusan personel tersebut ditempatkan di delapan pos dengan sistem kerja tiga shift. Pola ini diterapkan untuk memastikan kesiapsiagaan petugas selama 24 jam.

Pemerintah Kota Palembang juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Penanganan sumber api dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Palembang.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts