Palembang, Sumselupdate.com – Suasana takziah 7 hari meninggalnya Supriyanto (37) karyawan PT Pupuk Sriwidjaya (Pusri) yang mengalami insiden kecelakaan kerja di hari pertama Lebaran, dihadiri ratusan pelayat, Senin (7/4/2025) sore.
Rumah berkontruksi lantai dua bercat putih hitam yang berada di Jalan Tanjung Barangan, Lorong Temiyang, No 31, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, tampak ramai dikunjungi warga.
Dalam takziah itu, ternyata selain mengenang 7 hari wafatnya Supriyanto, juga syukuran penempatan rumah baru almarhum bersama istri Winda Lara Amaliah dan dua anaknya.
Semestinya, rumah mewah dua lantai bergaya minimalis dominan cat putih yang memiliki halaman depan luas, ditempati almarhum Supriyanto bersama keluarga kecilnya pasca-Lebaran.
Namun takdir berkata lain, peristiwa nahas menimpa Supriyanto yang saat hari kejadian mendapat shift kerja dinihari tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Saat Kerja Shift Malam Lebaran, Karyawan PT Pusri Tewas Terjatuh dari Ketinggian
Pantauan Sumselupdate.com lantunan ayat suci Alquran terdengar lantang dari dalam rumah yang dibacakan baik dari keluarga besar maupun kerabat almarhum serta para tetangga.
Bahkan rekan kerja termasuk pula atasan dari almarhum Supriyanto di PT Pusri Palembang, turut hadir mendoakannya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Supriyanto, salah satu karyawan bagian pengantongan pupuk berinisial tewas usai jatuh dari ketinggian 10 meter.
Peristiwa tragis di pabrik pupuk milik BUMN itu terjadi pada hari pertama Lebaran, tepatnya Senin (31/3/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.
Baca Juga: Disnakertrans Sumsel dan Polsek Kalidoni Usut Kematian Karyawan PT Pusri Palembang!
Data dihimpun Sumselupdate.com di lapangan, ayah dua anak ini yang mulai bekerja di PT Pusri tahun 2009, sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Pusri.
Namun takdir berkata lain, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengembuskan napas terakhir dalam perawatan intensif di RS Pusri sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, anak pensiunan Pertamina Plaju ini tidak mengalami luka di bagian tubuhnya.
Korban hanya mengalami luka serius di bagian kepalanya, sehingga rencana merayakan Idul Fitri bersama dengan istri dan dua anaknya, akhirnya tidak kesampaian.
Vice President Departement Humas PT Pusri, Rustam Efendi saat dikonfirmasi Sumselupdate.com membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar kejadian tersebut. Kami Pusri sangat merasa kehilangan dengan kejadian yang menimpa karyawan kami sebab dia salah satu operator senior di bidangnya,” ucap Rustam Efendi.
Meski demikian Rustam Efendi belum dapat merinci kronologis yang dialami korban yang disebut saat kejadian tengah melakukan pekerjaan sebagai operator belt conveyor.
Rustam juga menyebut PT Pusri kini tengah melakukan evaluasi dan investigasi terhadap kejadian nahas yang dialami karyawannya tersebut.
“Hak dari almarhum Insya Allah terpenuhi. Ini sedang kami proses kemungkinan Senin nanti akan selesai semua,” ucapnya.











