Rampas Hp, Dua ABG di OKU Timur Mengawali Tahun Baru di Penjara

MS (18) dan SD (16) diamankan polisi.

Laporan : Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Dua Anak Baru Gede (ABG), MS (18) dan SD (16) warga Desa Negeri Pakuan, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan, dibekuk Tim Opsnal Resmob Sat Reskrim Polres OKUT, lantaran kedua remaja ini merupakan pelaku penjambretan yang dilakukannya pada Sabtu lalu (19/12/2020) sekitar pukul 17.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Suryawan SIK SH mengatakan, penangkapan dua ABG tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari korban yakni seorang perempuan bernama Kuswati, dan tertuang dalam LP – B / 48 / XII / 2020 / SUMSEL / OKUT / SEK MPA, Tanggal 28 Desember  2020.

Dijelaskannya, jika peristiwa penjambretan ini terjadi di Desa Tebat Sari, Kelurahan Dusun Martapura, Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan, tepat di depan stadion sepakbola sekitar pukul 17.00 WIB. Tersangka yang terdiri dua remaja ini kesehariannya merupakan petani dan mirisnya lagi seorang pelajar.

“Modus tersangka ialah memepet korbannya yang dinilai lemah, dan langsung merampas Hp milik korban, hingga korban bersama rekannya yang dibonceng terjatuh ke aspal, hingga rekan korban yang ikut jatuh mengalami luka di kepala,” ungkapnya.

Setelahnya, korban langsung melaporkan kejadian naasnya itu ke Polsek Urban Martapura. Tidak berlangsung lama setah Tim Opsnal Resmob Sat Reskrim Polres OKUT mendapat informasi keberadaan dua pelaku tersebut langsung dilakukan penangkapan.

“Jumat (1/1/2021) pukul 04.30 WIB aparat berhasil meringkus MS (18) terlebih dahulu yang sedang berada di kebun kopi di kabupaten OKU Selatan dan selanjutnya menangkap tersangka SD (16) dikediamannya di Desa Negeri Pakuan, ketika digeledah aparat mendapatkan barang bukti yang berhasil dijambret dari korban,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua remaja ini digelandang ke Mapolres OKU Timur beserta barang bukti berupa satu unit handphone jika ditafsirkan mencapai Rp1,5 juta dan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk kejahatannya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.