Puisi: Serpihan Kata Jalanan

Karya: Solehun*

 

Bacaan Lainnya

Jari Kuasa

raga kata dan visual itu

bisa saja kau hapus

atau kau remuk

dengan kekar jari kuasamu

tapi satu yang mungkin terlupa

gagas dan pikir itu

akan tetap ada

bahkan bisa mempandemi

lalu mentahta

melanggeng di setiap kepala

dia pun akan kian cerdas

mencerna deret krisis

yang berjubel

yang bersembunyi

di erat genggam kuasamu

20 Agustus 2021

 

Anomali

kenapa mesti marah

padahal aduan lapar itu teralamat ke Tuhan

kenapa mesti risih

saat ada yang mencarimu tapi tak menemukan

kenapa mesti menginterogasi

padahal niatnya hanya mengais rezeki bukan mencuri

berhentilah menakuti

sebab itu hanya mempersempit

ruang demokrasi di negeri

yang katanya tegak karena tiang demokrasi

26 Agustus 2021 

 

Mural

mural itu seni

penjaga moral

agar moral tak diobral

mural itu seni jalanan

percuma kau paksa

bisa tampil manis seperti baliho

sebab dia tak terlahir privilege

daripada tervandalis

lebih baik dijaga dan dinikmati

siapa tahu kritiknya

membuat hatimu kian humanis

2 September 2021

*) Penulis buku antologi puisi “Kehilangan Paras” (2017)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.