Program Bedah Rumah Butuh Bantuan Dana yang Cukup

Kepala Dinas Sosial Sumsel Apriadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Eliza Alex Noerdin

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK kembali melaksanakan program bedah Kampung, di Kecamatan Ilir Barat II, Karang Jaya, Palembang terhadap beberapa rumah tidak layak huni.

Dalam program bedah rumah yang berlangsung kali ini, pihak Dinas Sosial Sumsel membedah 24 rumah dan ditambah dengan satu rumah yang di bedah oleh tim penggerak PKK di lokasi Karang Jaya.

Ketua tim penggerak PKK Sumsel Eliza Alex Noerdin, Kamis (15/9/2016) mengatakan, berawal dari keprihatinan terhadap masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni, maka ada ide untuk membedah agar rumah menjadi layak.

Ditegaskannya, pelaksanaan program bedah rumah merupakan program yang cukup bagus dan harus berlangsung secara berkesinambungan meski dengan dana yang terbatas.

Menurutnya program bedah rumah harus didukung dengan pendanaan yang cukup, sehingga ke depan pihaknya juga akan mengajak semua pihak untuk ikut peduli terhadap program pro rakyat ini.

” Kita harus banyak buat proposal untuk menggugah pihak lain untuk ikut membantu menyukseskan program bedah rumah yang menyentuh langsung kepada pihak bersangkutan,” katanya.

Ke depan pihaknya secara bersamaan akan meningkatkan koordinasi kepada semua pihak untuk ikut membantu menyukseskan program bedah rumah secara bersama-sama.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Sumsel Apriadi mengungkapkan sebanyak 25 rumah adalah murni rumah-rumah yang tidak layak huni yang kemudian di bedah oleh Dinsos dan Tim Penggerak PKK.

“Wilayah ini kita temui atas rekomendasi dari tim penggerak PKK Sumsel, lalu kita ikut berpartisipasi membedah,” urainya.

Sementara itu salah seorang warga bernama Eka Susanti bersama suaminya Sirot yang merupakan warga Karang Jaya, Kecamatan Ilir Barat II, mengaku senang atas program bedah rumah Pemprov Sumsel dan Tim Penggerak PKK tersebut sehingga rumah miliknya saat ini jauh lebih layak.

“Sebelumnya kami tinggal bersama dua anak, dan suami saya sebagai pekerja bangunan prihatin kalau sewaktu-waktu rumah akan roboh karena kondisi nya yang sudah buruk dan gampang roboh,” katanya.

Lebih lanjut Eka berharap program yang sama terus berlanjut, dan keluarga lain yang rumahnya tidak layak bisa mendapatkan program bedah rumah juga, sehingga rumahnya menjadi layak huni. (adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.