Profesor Diah Natalisa Kagum Pelayanan Terpadu Sembilang Banyuasin

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB RI Prof Dr Diah Natalisa, MBA saat meninjau Pusat Pelayanan Terpadu Sembilang Kabupaten Banyuasin yang berlokasi di OPI Mall Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kamis (20/8/2020).

Pangkalan Balai, Sumselupdate.com – Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB RI Prof Dr Diah Natalisa, MBA kagum dengan Pusat Pelayanan Terpadu Sembilang Kabupaten Banyuasin yang berlokasi di OPI Mall Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan.

Apresiasi tersebut disampaikan Profesor Diah Natalisa saat meninjau secara langsung pelayanan prima Pemkab Banyuasin kepada masyarakat di Pusat Pelayanan Terpadu Sembilang OPI Mall, Kamis (20/8/2020).

Bacaan Lainnya

Di mana layanan tersebut full setiap hari tanpa libur baik hari minggu maupun tanggal merah.

Bahkan kakak kandung Mendagri Jendral Tito Karnavian ini menyerahkan secara langsung KK dan KTP elektronik kepada masyarakat setelah selesai dicetak dalam kurun waktu kurang dari dua menit tersebut.

”Pusat Pelayanan Terpadu Sembilang yang dibuka Pemkab Banyuasin di OPI Mall ini sangat tepat, solusi bagi warga karena tersedia berbagai jenis pelayanan yang dibutuhkan masyarakat secara integratif,“ katanya.

Menurut Profesor Diah, konsep ini sebagai wujud kehadiran Pemerintah ditengah-tengah masyarakat Banyuasin yang mengalami kesulitan dalam pengurusan berbagai dokumen. Selama ini warga harus ke Pangkalan Balai untuk mengurus berbagai dokumen seperti KTP, SIM, dan lainnya.

Artinya pelayanan prima yang dilaksanakan Bupati Askolani dan jajarannya sudah sangat tepat dan memang dibutuhkan masyarakat.

”Pusat layanan ini juga bisa ditambah dengan layanan BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, Imigrasi dan pelayanan lainnya, dan pihaknya akan terus memberikan pendampingan,“ katanya.

Dikatakan Profesor Diah, inovasi Jam Kunci Jemput bola rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP Elektronik) Langsung Cetak di Tempat masuk dalam TOP 45 merupakan inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia.

”Kompetisi ini sangat bergensi dan penilaiannya dari para pakar yang kredibilitasnya tidak perlu diragukan. Mereka orang-orang hebat dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan juga para pakar pelayanan publik. Artinya ketika Inovasi Jam Kunci Kabupaten Banyuasin masuk TOP 45 itu yang terbaik, karena tidak ada TOP yang lain. Dan insyaallah, TOP 45 ini akan kita ikut sertakan dalam kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan PBB,“ katanya.

Atas keberhasilan ini, terang Profesor Diah berdampak baik bagi Kabupaten Banyuasin. Di mana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI) menempatkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sungsang Kabupaten Banyuasin ke dalam 10 program prioritas untuk dilakukan pendampingan secara khusus.

Dan Kabupaten Banyuasin satu-satunya daerah di Provinsi Sumsel yang akan mendapatkan pendampingan khusus pelayanan publik tersebut.

Pelayanan Publik yang diharapkan, pelayanan publik prima, SDM yang Profesional dan bebas dari KKN artinya birokrasi yang merakyat.

“Transformasi Menciptakan pelayanan prima berupa service by document (paperless) dan e-government (smart govt) sehingga Pelayanan prima kualitas dunia,“ tandasnya.

Hadir mendampingi Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Kadisdukcapil Saukani, Kadis Kominfo Aminudin, Kadisnkertran Noor Yosept, Kadis PTSPPM Ali Sadikin, Kadis LH Izro Maita dan Camat Rambutan Akhmad Rosadi.

Terpisah, Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan pelayanan prima kepada masyarakat merupakan kewajiban pemerintah Banyuasin untuk mempermudah masyarakat.

Foto bersama Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB RI Prof Dr Diah Natalisa, MBA usai meninjau Pusat Pelayanan Terpadu Sembilang Kabupaten Banyuasin, Kamis (20/8/2020).

”Program Banyuasin terbuka ini muncul, karena melihat susahnya masyarakat untuk mendapatkan pelayanan e KTP, KK dan administrasi kependudukan lainnya, yang harus ke Kota Pangkalan Balai karena pusat layanan terpusat di Kantor Disdukcapil, “ katanya.

Cara ini terangnya sangat menyulitkan sekali karena Banyuasin terdiri dari 288 desa dan 17 kelurahan yang tersebar di 21 Kecamatan. Di mana 60 persennya adalah wilayah perairan.

”Mereka yang di perairan, bisa berhari-hari bahkan harus menginap hanya untuk mengurus KK dan KTP, artinya biaya dan waktu cukup besar yang mereka habiskan. Rata-rata biaya mereka untuk sampai ke Pangkalan Balai Rp400.000–Rp1 juta. Pembuatan e-KTP dan KK memang ngratis, tapi biaya transpor dan lainnya mereka sendiri yang tanggung. Dengan inovasi yang kita berikan sedikitnya Rp50 miliar uang rakyat bisa kita hemat,“ terangnya.

Melihat kondisi tersebut tegas Bupati Askolani, dimasa kepemimpinannya hal tersebut harus diubah sehingga dibuatlah inovasi JAM KUNCI dan pembentukan UPTD di 17 Kecamatan untuk mempermuda dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk membentuk pusat pelayanan terpadu di OPI Mall.

Pelayanan Terpadu Sembilang di OPI Mall terintegrasi, tidak hanya Pelayanan dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, Akta Kelahiran, KIA dan Akta kematian tetapi juga bisa Pengurusan kendaraan bermotor seperti pajak kendaraan bermotor dan STNK serta Surat Izin Mengemudi. Kemudian Berbagai perizinan seperti SIUP, IMB, Tanda Daftar Perusahaan, Pajak Bumi dan Bangunan dan sebagainya serta Pelayanan pembuatan Kartu Kuning.

”Alhamdulillah, dengan inovasi ini manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Dengan JAM KUNCI warga kita yang sakit, Distabilitas sudah memiliki e KTP yang rasanya sangat mustahil jika tidak ada inovasi ini. Begitu juga Pusat Layanan Sembilang di OPI Mall sangat membantu kemudahan bagi masyarakat. Dan kedepan akan terus ditingkatkan dari segi pelayanan maupun fasilitas pelayanan seperti kerjasama dengan BPJS, Imigrasi dan lainnya,“ tandasnya. (adv)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.