Polisi Gelar Olah TKP Ulang Guna Percepat Ungkap Kasus Mutilasi di Ogan Ilir

Personel dari Polres Ogan Ilir melakukan olah TKP ulang di lokasi penemuan jasad Karoman korban tewas diduga korban pembunuhan disertai mutilasi/ KOMPAS

Indralaya, Sumselupdate.com — Personil kepolisian dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ogan ilir Sumatera Selatan, Sabtu (8/6/2019) kembali mendatangi lokasi penemuan jasad Karoman korban tewas diduga dibunuh dengan cara dimutilasi, di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Rabu malam lalu.

Kedatangan polisi untuk melakukan olah TKP ulang guna memecahkan misteri dugaan pembunuhan yang menghilangkan kepala dan kedua lengan korbannya itu.

Bacaan Lainnya

Petugas polisi pertama melakukan olah TKP di lokasi jasad diletakkan setelah dievakuasi yang masih terpasang garis polisi.

Setelah itu mereka bergerak ke pinggir sungai dan melakukan olah TKP di tempat di mana jasad ditemukan pertama kali.

Sementara, salah seorang personel polisi tampak mencatat dengan serius apa yang mereka lihat dan temukan di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengatakan, perkembangan dari kasus mutilasi tersebut pertama jasad korban sudah diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian khususnya luka yang ada ditubuh korban.

Malik menambahkan, polisi juga terus melakukan penyisiran dengan menyusuri jejak-jejak mulai dari titik awal hingga terdengar jeritan minta tolong, penemuan satang dan perahu hingga lokasi penemuan mayat.

“Kita tak bosan melakukan olah TKP ulang termasuk menyusuri jejak-jejak dari adanya suara jeritan minta tolong, penemuan satang perahu hingga lokasi penemuan mayat (untuk mengungkap kasus ini),” katanya, seperti dilansir Kompascom.

Sementara itu, rumah Karoman yang sekarang ditinggali istri dan kelima anaknya masih ramai dikunjungi sanak keluarga dan tetangga.(kpc/adm5)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.