Palembang, sumselupdate.com – Kembali petugas menggagalkan pengiriman sabu sabu seberat 1,2 kilogram dari Batam ke Palembang. Namun, modus melalui jalur udara tergolong baru, di mana barang haram tersebut disimpan di balik dinding kardus, sedangkan di dalam kardus diisinya makanan ringan.
Namun belum sempat barang haram tersebut diedarkan Nazarudin dicokok anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel di parkiran bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat menyerahkan sabu kepada M Adi Ariyansah Selasa (30/10/2018).
M Adi Ariyansah mengatakan, sabu yang diambilnya dari Nazarudin akan diserahkan ke M Liberta Pratama. Kemudian dari Ari Ariyansah itulah petugas bergerak ke Jalan Kebangkan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II untuk menangkap Liberta Pratama.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman menerangkan, modus pengiriman sabu dari Batam ke Palembang melalui jalur udara yang dilakukan Nazarudin tergolong modus baru. Di mana sabu diselipkan dalam dinding kardus yang diisi dengan makanan ringan. Saat itu anggota sempat terkecoh.
“Setelah kardus diangkat beratnya berbeda, lalu saat dibuka, di dinding kardus ditemukan delapan bungkus sabu,” ujar Kombes Pol Farman saat pres rilis, Senin (6/11/2018).
Dikatakan Farman, narkoba yang dibawa Nazarudin ke Palembang milik bandar DLH. Sabu ini berasal dari Johor Baru, Malaysia. Sebelum masuk ke Palembang terlebih dahulu masuk ke Batam melalui jalur laut melalui kapal.
“Tersangka Nazarudin, warga Aceh namun tinggal di Batam, kuat dugaan Nazarudin merupakan jaringan Internasional, mengingat sabu ini berasal dari Malaysia. Sedangkan M Adi Ariyansah berperan sebagai kurir, bertugas mengambil barang yang disuruh Liberta Pratama untuk mengambil paketan sabu,” jelasnya.
Sementara itu Adi Ariyansah mengatakan, dirinya hanya bertugas sebagai kurir untuk mengambil paketan sabu yang sampai ke Palembang dan sudah tercatat sudah lima kali ia mengambil paketan sabu dari bandar yang baru sampai ke Palembang.
“Setiap kali mengambil paketan sabu saya diupah 2,5 juta, kalau yang terakhir ini saya disuruh Liberta mengambil sabu di bandara,” terangnya.
Sedangkan menurut Nazarudin, sabu yang dibawa dari Batam ke Palembang mendapatkan upah sepuluh juta dengan pesawat. Sedangkan yang mengemas sabu didinding kardus bukan dirinya, melainkan sudah menerima paketan saat berada di bandara Hang Nadim Batam. (tra)











