Pernikahan Viral di Lawang Wetan Berujung Denda, Apa yang Salah?

Tim Satgas Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kecamatan Lawang Wetan bersama tim lainnya mendatangi kediaman pengantin yang viral.

Lawang Wetan, Sumselupdate.com – Pernikahan viral di daerah Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba, karena pengantin pria (Suhuan) menikahi dua pengantin perempuan (Anggun Andini dan Vopi Anggraini) sekaligus. Pernikahan yang menghebohkan di Sumsel ini pun, ternyata berujung sanksi tapi bukan karena langsung menikahi dua perempuan sekaligus.

Melainkan karena ada pelanggaran Protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dilanggar saat resepsi itu. Tindakan tegas ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat yang Sehat, Disiplin, dan Produktif di Era Kebiasaan Baru Coronavirus Disease 2019 di Kabupaten Muba.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, pada rangkaian prosesi pernikahan tersebut, terdata ada sebanyak 31 orang undangan tidak memakai masker.

“Tim Satgas Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kecamatan Lawang Wetan, yakni terdiri dari jajaran Kecamatan Lawang Wetan, Polsek Babat Toman, dan Danramil Babat Toman telah mendatangi lokasi, dari hasil penulusuran dan video yang terekam ada 31 warga yang tidak menggunakan masker, dan kita jatuhkan sanksi denda administratif sebesar Rp20.000 per orang untuk kemudian disetorkan ke negara sesuai Perbup Nomor 67 Tahun 2020,” ungkap Ketua Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Lawang Wetan, Chandra.

Ia menjelaskan, pada saat rangkaian kegiatan resepsi pernikahan, pihaknya tidak menerima pemberitahuan dari keluarga mempelai, bahkan tidak meminta izin kepada Satgas Covid-19 Kecamatan Lawang Wetan.

“Maka dari itu, akan ditindak secara tegas meski saat ini Kecamatan Lawang Wetan masih zona hijau, tetapi protokol kesehatan harus tetap dipatuhi sesuai Peraturan Bupati Muba,” ungkapnya.

Petugas menjelaskan maksud kedatangan.

Kapolsek Babat Toman, AKP Ali Rojikin menghimbau, agar warga masyarakat Kecamatan Lawang Wetan untuk tetap mematuhi Protokes, walaupun Lawang Wetan masih masuk kategori zona hijau.

“Sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan izin pada kegiatan resepsi pernikahan tersebut, jadi sesuai Perbup Nomor 67 Tahun 2020, karena ada beberapa yang tidak mematuhi protokes tentu ditindak tegas dengan dikenakan sanksi,” tegasnya.

Senada dikatakan Danramil Babat Toman Kapten Inf Iwan Setiawan, pelanggar protokes pada rangkaian resepsi pernikahan di Talang Piase telah ditindak dan diimbau kepada warga Muba khususnya di Lawang Wetan untuk tetap harus patuh dengan prokes dan menggunakan masker.

“Ini juga demi kebaikan kita bersama dalam upaya meminimalisir penularan wabah Covid-19 di Muba terutama di Lawang Wetan,” ucapnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin meminta agar warga Muba tetap patuh dengan protokes Covid-19.

“Saya ucapkan terima kasih kepada tim Satgas Covid-19 Lawang Wetan yang terus berupaya maksimal menegakan Perbup Nomor 67 Tahun 2020 demi kesehatan warga Muba,” tegas Kepala Daerah Inovatif tahun 2020 ini. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.