Perampokan Sopir Truk dan Kernet yang Dibuang di Hutan Kawasan Empat Lawang Diduga Berlatar Belakang Dendam

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi, SIk saat rilis penangkapan dua pelaku perampokan di halaman Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Senin (11/5/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Perampokan truk Hino nopol B 9131 KEU bermuatan susu bearbrand milik PT Indolako Sukabumi, Bogor yang dikendarai M Ali, warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan yang terjadi pada 28 April lalu, diduga kuat berlatar belakang dendam.

Hal ini diketahui setelah satu dari dua pelaku perampokan bernama Muji Rianto (41) mengaku, sopir truk adalah teman pelaku satu perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Korban (M Ali) itu teman Heri (pelaku) yang masih aktif bekerja di PT Indolako. Kami membuntutnya dari Lampung sampai ke Babat Toman. Kurang tau saya kalau Heri dan korban bales dendam,” ujar tersangka Muji Rianto kepada Sumselupdate.com saat rilis yang berlangsung di halaman Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Senin (11/5/2020).

Menurut tersangka, perampokan yang telah dilakukannya bersama ketiga rekannya masing-masing Ipan, Heri, dan Dias sudah direncanakan sejak lama. Namun, baru ada kesempatan ketika korban berada di Sumsel.

“Sudah Lama kami rencanakan. tapi karena waktunya belum pas jadi kami bisa eksekusi sekarang,” ungkap Muji Rianto.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk mengatakan, dua dari empat pelaku yakni Muji Rianto (49) dan Dias (30) ditangkap pada Sabtu (11/5/2020) sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya di lingkungan Kompi Kotabumi Ilir, Lampung Utara.

Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kanit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Zainuri.

Barang bukti susu yang diamankan petugas.

 

Keduanya ditangkap setelah melakukan aksi perampokan sebuah mobil truk plat polisi B 9131 KEU bermuatan susu di Desa Sugi Waras Kecamatan, Babat Toman, Kabupaten Muba pada 28 April 2020 lalu.

“Aksi kawanan perampok ini terbilang sadis mengancam korbannya menggunakan senjata api. Setelah korban takut kemudian diikat menggunakan lakban. Setelah itu korban ini dibuang ke hutan di kawasan Kabupaten Empat Lawang,” kata Kompol Suryadi.

Menurut Kompol Suryadi, keduanya berhasil ditangkap setelah anggota mendapatkan informasi bahwa para pelaku ada di rumahnya.

Mendapatkan informasi tersebut anggota begerak cepet untuk menangkap pelaku, dua tersangka pun berhasil ditangkap.

Namun kedua tersangka harus dilumpuhkan dengan timah panas anggota, setelah melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Sedangkan dua pelaku lain berinisial H dan I berhasil melarikan diri, untuk pelaku yang masih DPO agar segera menyerahkan diri. Kalau tidak kami akan melakukan tindakan tegas seperti temannya yang sudah ditangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, tersangka Dias mengaku, perannya dalam perampokan truk tersebut adalah menyiapkan mobil Toyota Avanza warna silver nopol BE 8116 PU untuk mengangkut ketiga rekannya.

“Aku, Yanto (Muji Rianto –red), Heri sama Ipan langsung berangkat dari Lampung Utara menggunakan mobil itu. Sampai di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir kami sudah melihat mobil korban dan kami membuntutinya,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, semalam ini.

Menurutnya, sampai di TKP, mobil truk yang dikendarai M Ali bersama kedua kernetnya Afrizal dan Andre dihadang mereka.

“Saya ikut pukul sopir fuso, saya ikat, dan lakban. Terus kami buang ke hutan yang ada di Kabupaten Empat Lawang mereka,” jelasnya.

Sementara pelaku Muji Rianto membawa mobil truk tersebut ke arah Gasing, Kabupaten Banyuasin untuk diperjualbelikan.

“Susu sebanyak 4.400 dus aku jual sama salah satu pembeli di sana, Susu tersebut ditawar Rp91 juta namun tidak lunas. Pembayaran pertama senilai Rp36 juta, aku kebagian Rp8 juta. Kami bagi orang empat. Heri kebagian Rp10 juta, Dias Rp4,5 juta, itu belum dibayar semua,” katanya.

Pelaku yang merupakan mantan residivis kasus curanmor ditahan selama 9 bulan di Lapas Wayhui Lampung tahun 2010 mengaku tak punya pilihan lagi.

“Aku merampok ini karena sudah lama nganggur, jadi butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata tersangka yang tangannya memiliki tato ini. (ris)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.