Penyidik KPK Geledah Kantor Sekretariat IKA Muba

Anggota Brimob Polda Sumsel mengawal penggeledahan penyidik KPK di kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) yang terletak di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sabtu (23/10/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Pasca-menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) Musi Banyuasin (Muba), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggeledah kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) yang terletak di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sabtu (23/10/2021).

Read More

Pantauan Sumselupdate.com  sejumlah penyidik KPK sejak siang tadi berada di kantor Sekretariat IKA Muba.

Dalam penggeledahan itu, penyidik lembaga anti-rasuah ini dikawal anggota Brimob Polda Sumsel.

Tampak penyidik KPK terlihat memasuki ruangan di kantor tersebut dan berjalan ke lantai dua.

Sebagian anggota penyidik sempat kembali ke mobil yang ditumpangi KPK untuk mengambil kelengkapan pemeriksaannya.

Hingga kini wartawan yang bertugas masih memantau jalannya penggeledahan tersebut.

Anggota Brimob Polda Sumsel mengawal penggeledahan penyidik KPK di kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) yang terletak di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sabtu (23/10/2021).

Sebagaimana diketahui, penyidik KPK pada Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 11.30 WIB melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) enam orang di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB, tim KPK juga mengamankan Dodi Reza Alex dan ajudannya di lobi salah satu hotel di Jakarta.

Dari keterangan resminya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, kedelapan orang yang diamankan itu masing-masing Dodi Reza Alex (DRA) Bupati Muba 2017-2022, Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Muba, Eddi Umari (EU) PPK Dinas PUPR Muba, Suhandy (SUH) swasta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

Kemudian, Irfan (IF), Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Banyuasin, Mursyid (MRD) ajudan bupati, Badruzzaman (BRZ) staf ahli bupati dan Ach Fadly (AF) Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR.

Dijelaskan Alexander Marwata, OTT berawal dari informasi yang diterima KPK akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang disiapkan oleh Suhandy, yang nantinya akan diberikan pada Dodi Alex Noerdin melalui Herman Mayori dan Eddi Umari.

Selanjutnya, dari data transaksi perbankan diperoleh informasi adanya transfer uang yang diduga berasal dari perusahaan milik Suhandy, kepada rekening bank milik salah satu keluarga Eddi Umari.

Setelah uang tersebut masuk, lalu dilakukan tarik tunai oleh keluarga Eddi Umari, untuk kemudian diserahkan.

Edidi Umari lalu menyerahkan uang tersebut kepada Herman Mayori untuk diberikan kepada Dodi Alex Noerdin.

Tim KPK selanjutnya, bergerak dan mengamankan Herman Mayori di salah satu tempat ibadah di Kabupaten Muba dan ditemukan uang sejumlah Rp270 juta dengan dibungkus kantung plastik warna hitam.

Tim KPK kemudian mengamankan Eddi Umari dan Suhandy, serta pihak terkait lainnya, dan dibawa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan untuk dilakukan permintaan keterangan.

Di lokasi yang berbeda di wilayah Jakarta, tim KPK kemudian juga mengamankan Dodi Alex Noerdin di salah satu lobi hotel di Jakarta, yang selanjutnya Dodi dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan.

“Dari kegiatan ini, tim KPK selain mengamankan uang sejumlah Rp270 juta, juga turut diamankan uang yang ada pada MRD yaitu ajudan Bupati Rp1,5 miliar,” kata Alexander.

Alex mengatakan, uang Rp1,5 miliar yang disita dari ajudan Dodi masih didalami soal pemiliknya.

Anggota Brimob Polda Sumsel mengawal penggeledahan penyidik KPK di kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) yang terletak di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sabtu (23/10/2021).

“Saat akan dibawa ke KPK, ternyata ditemukan tas berwarna merah. Setelah ajudannya mengambil tas itu, setelah dibuka, ya itu tadi, isinya Rp1,5 miliar. Masih didalami dalam penyidikan peruntukan dan termasuk asal uang itu dari mana,” terangnya.

KPK kemudian menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan atas dasar bukti yang cukup. KPK lantas menetapkan empat tersangka termasuk Dodi Reza Alex.

KPK kemudian menetapkan empat tersangka, yakni Dodi Reza Alex, Herman Mayori (HM), Eddi Umari (EU), dan Suhandy (SUH).

Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari ke depan mulai tanggal 16 Oktober sampai dengan 4 November 2021.

“DRA ditahan di Rutan KPK Kavling C1, HM ditahan di Rutan KPK Pomdam Jaya Guntur, EU ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, dan SUH ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih,” imbuh Alexander. (**)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.