Penangkapan Penambang Ilegal di Perkebunan Kelapa Sawit  PT GSBL Viral

Writer: - Kamis, 25 April 2024
Penangkapan penambang ilegal.

Mentok, sumselupdate.com –  Polisi dibantu dengan Satuan Pengaman (Satpam) PT GSBL menangkap penambang berskala kecil yang beraktivitas di perkebunan Kelapa Sawit  PT GSBL, Dusun 3 Air Ibul Desa Belo Laut Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat.

Kejadian ini pun kemudian viral, dimana dalam video yang bereda memperlihatkan penangkapan diduga secara paksa oleh aparat Kepolisian setempat dan Satpam PT GSBL, Kamis (25/04/2024).

Di dalam Visual yang berdurasi kurang lebih dua menit tersebut, terdengar suara wanita yang disinyalir keluarga dari penambang yang ditangkap, berteriak histeris kepada aparat yang melakukan penangkapan, agar jangan melakukan penangkapan secara paksa dan kasar.

“Pak, tolonglah pak, masa Polisi nangkap macam ini pak, kayak nangkep tindak kriminal bae (red- masa kalian polisi nangkapnya kayak gini), jangan kayak gini lah pak, jangan cara kasar lah pak, jangan kasar,” teriak wanita dalam video itu histeris.

Dalam tayangan yang beredar, penambang ditangkap dengan tangan diborgol dan dipaksa masuk ke mobil, dan sampai ada yang tersungkur ke kubangan air. Layaknya penjahat criminal. Mereka penambang digiring secara paksa ke dalam kendaraan yang diduga milik Kepolisian Bangka Barat.

Baca juga : Kemendagri Anugerahi Pemkab Bangka Barat SPM Award 2024

“Jangan seperti itu pak nangkepnya, secara baik-baik saja,” kembali teriakan seorang wanita dalan video itu terdengar.

Disela drama penangkapan para penambang oleh aparat Kepolisian dan Satpam PT GSBL, terdengar isak tangis penambang yang diperlakukan demikian, bahkan sampai ada yang mengucapkan lavas asma Tuhan.

“Laila hailallaah,” ucap seorang lelaki tua berambut putih, yang dari raut wajahnya sambil menahan sakit, yang diduga tangan nya sudah kena borgol.

Namun dramatis nya, penangkapan penambang tersebut sempat mendapat perlawanan yang tidak berarti, yang disinyalir dari pihak keluarga maupun rekan sesama penambang.

Baca juga : Penambang Emas Ilegal Ditangkap Unit Pidsus Polres Muratara, Terancam Denda Rp100 Miliar!

Sementara seorang yang diduga Polisi dengan mengenakan baju kemeja hitam bertuliskan CRIME HUNTER menganjurkan keluarga yang diamankan, agar ke Polres.

“Nanti ke kantor saja, langsung ke Polres,” sebut salah satu pria di dalam video.

“Ayo masuk mobil, langsung ke Polres,” teriak seseorang yang berada di TKP.

Sementara narasumber media ini mengakui, kalau penangkapan para penambang tersebut bukan hanya dari Satuan Pengaman PT GSBL saja, tapi dibantu empat orang dari aparat Kepolisian.

“Ada empat orang Polisi bang, dari Polres,” ungkap Narsum yang tidak mau namanya disebut.

Kendati fakta di lapangan menunjukan demikian, sayangnya Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah menampik isu itu semua.

Ia mengatakan, kalau penangkapan penambang tersebut dilakukan oleh Satuan Pengaman (Satpam) PT GSBL.

“Setahu saya bukan Polres, dari Satpam GSBL yang melakukan penertiban,” kata Kapolres Bangka Barat Ade Zamrah, ketika dikonfirmasi media ini.

Polres juga menepis pada drama penangkapan tersebut, terdapat beberapa anggota Polisi, dan salah satunya mengenakan kemeja hitam bertuliskan CRIME HUNTER.

“Satpam GSBL, terimakasih, silahkan ke Satpam GSBL ya,” tulisnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts