Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengaku kaget atas peristiwa yang menimpa Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Minggu siang (4/9).
Bupati Yan Anton Ferdian ditangkap usai menggelar pengajian di rumah dinasnya di Banyuasin. Dalam kasus ini Yan diduga menerima suap miliaran rupiah.
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (5/9), mengaku kaget setelah mendengar kabar ditangkapnya Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, dari berita yang beredar di media online.
Menurutnya, selama ini tidak ada indikasi suap yang dilakukan oleh Yan Anton Ferdian. Karenanya, dia tidak menyangka akan kasus tersebut.
“Makanya kita kaget, karena terus terang saja, kita ada 17 kabupaten/kota, kalau satu saja terganggu maka akan mempengaruhi semuanya,” ujar Mukti Sulaiman.
Diakui Mukti Sulaiman, saat ini dia menghubungi Wakil Bupati Banyuasin via telpon untuk memastikan roda pemerintah di kabupaten harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dia juga meminta Wabup Banyuasin menjalankan tugas-tugas bupati sementara waktu.
“Apa-apa yang harus dikondisikan dan di-handle oleh Wabup Banyuasin harus dijalankan, apakah soal pembangunan, penerangan dan kemasyarakatan,” jelasnya.
Nanti, katanya, pihak Pemprov Sumsel akan mendelegasikan staf untuk memastikan pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Banyuasin ke depan. (adi)











