Pemkot Pangkalpinang Berkomitmen Tangani TBC dengan Sederet Langkah Tepat

Writer: - Selasa, 9 September 2025
Rapat koordinasi penyampaian progres indikator penuntasan TBC di daerah dan pembahasan langkah strategis eliminasi TBC bersama Pemerintah Daerah melalui Zoom Meeting, di Smart Room Center Kantor Walikota Pangkalpinang pada Selasa (9/9/2025). (Sumselupdate.com/Istimewa)

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Mewakili Pj Walikota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Ahmad Subekti, menghadiri rapat koordinasi penyampaian progres indikator penuntasan TBC di daerah dan pembahasan langkah strategis eliminasi TBC bersama Pemerintah Daerah melalui Zoom Meeting, di Smart Room Center Kantor Walikota Pangkalpinang pada Selasa (9/9/2025).

Ahmad Subekti mengatakan, Kota Pangkalpinang memiliki data yang baik terkait TBC, dengan banyak pasien yang telah sembuh dan tidak lagi menjadi ancaman. Menurutnya, kebijakan Pemerintah Kota Pangkalpinang sangat mendukung penanganan TBC, dengan RPJMD dan Renstra yang juga mensupport program ini.

Read More

“Pertama kita memberi gambaran mengenai TBC di Pangkalpinang alhamdulillah di kota Pangkalpinang secara data bagus, artinya tidak banyak orang kena TBC itu sudah sembuh dan tidak dikuatirkan,” kata Ahmad Subekti.

Ia juga menekankan, TBC lebih berbahaya daripada Covid-19 karena penyebarannya yang cepat dan mudah. Oleh karena itu, pasien TBC harus bermasker sepanjang waktu di rumah dan tidak boleh lepas untuk mencegah penularan.

“Sebenarnya TBC ini lebih bahaya dari Covid cuma kita kemaren pas Covid itu be masker sementara TBC tidak padahal TBC ini apabila satu ada yang kena dirumah sangat berbahaya si pasien itu harus bermasker sepanjang dirumah tidak boleh lepas,” kata Ahmad Subekti.

Baca juga : Bupati Muaraenim Paparkan Strategi Lawan TBC Lewat Kawasan Tanpa Rokok di Forum Nasional ADINKES

Ia menambahkan, pengobatan TBC memerlukan waktu 6 bulan non-stop, dan pasien harus diberikan obat secara teratur. Ia menekankan bahwa jangan takut untuk berobat, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

“Alhamdulillah dengan adanya tim relawan di kota Pangkalpinang yang akan mendampingi mereka sangat peduli ini bisa mengurangi penderita TBC,” kata Ahmad Subekti.

Dikesempatan yang sama, Aspin sebagai Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, menambahkan bahwa target penemuan kasus TBC adalah 90%, dan saat ini sudah mencapai 64% pada bulan Agustus. Ia berharap bahwa target ini dapat tercapai pada akhir tahun.

Baca juga : 7.533 Orang Warga Palembang Sakit TBC, Walikota Proyeksi Dinkes Lakukan Penanganan Cepat

“Ini kalau data penemuan kasus untuk TBC targetnya itu 90% cuma pencapaian itu di bulan Agustus ini sudah mencapai di angka 64% jadi insyaallah diakhir tahun pencapaian kita tercapai di angka 90% untuk target terduga TBC itu 100% cuma untuk Agustus ini pencapaian 98%,” kata Aspin.

Aspin juga menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan TBC adalah lingkungan kumuh, miskin, dan lembab. Oleh karena itu, pemeriksaan dahak dan kriteria batuk lebih dari 2 minggu sangat penting untuk mendeteksi TBC.

“Faktor yang menyebabkan TBC ini pertama itu Faktor lingkungan kumuh miskin kumuh badan lingkungan yang lembab,” kata Aspin.

Dengan langkah-langkah yang tepat ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk menangani TBC dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menangani dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan hidup lebih bersih agar terhindar dari penyakit TBC. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts