Palembang, Sumselupdate.com – Selangkah lagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan mendapat kapal laut militer milik TNI AL.
Selain akan dijadikan sebagai hotel, kapal tersebut rencananya juga akan dijadikan museum angkatan laut dan menjadi salah satu objek wisata baru di Palembang.
Hal ini dipastikan usai Walikota Palembang Harnojoyo beserta rombongan melakukan audiensi di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, beberapa waktu lalu.
Kedatangan tersebut diterima Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Agung Prasetyawan M Ap, beserta jajaran. Dalam audiensi itu, masih akan ada beberapa kelengkapan teknis yang harus dipenuhi, sebelum kapal angkut yang dibuat 1984 itu berlayar ke Palembang.
“Ini sebuah langkah positif, tindak lanjut dari pertemuan kita dengan KSAL beberapa waktu lalu,” kata Harnojoyo.
Dengan audiensi ini, artinya Pemkot Palembang kini tengah bersiap mencari lokasi bersandar kapal dengan panjang 144 meter dan lebar 23 meter tersebut.
Sebab yang menjadi pertimbangan sebelumnya adalah, kapal direncanakan untuk bersandar dikawasan Sungai Sekanak.
Dengan estimasi melintasi Selat Bangka, maka ketinggian kapal harus cukup untuk melintas di bawah jembatan Ampera.
“Kemungkinan yang paling masuk akal, adalah kapal disandarkan di kawasan Pasar 16 Ilir. Namun masih kita lihat lagi setelah kapal tiba di Palembang,” lanjut Walikota didampingi Kadishub Palembang, Kurniawan.
Ditambahkanya, kapal ini bersifat hibah, sehingga perlu melengkapi beberapa persyaaratan. Ia mengungkapkan, kondisi kapal tersebut masih sangat layak, kendati tak lagi dioperasikan oleh TNI AL.
“Sebelumnya dioperasikan sebagai kapal angkut oleh Pelni dan bernama KM Kambuna dan kemudian berganti nama menjadi KRI Tanjung Nusanive dengan nomor lambung 973,” tambahnya. (yud)











