Pemkot Pagaralam Mulai Salurkan Program BRS, Diperuntukkan Untuk 199 Warga

Kepala Disperkim Kota Pagaralam David Kenedi.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Pagaralam mulai merealisasikan program Bantuan Rumah Swadaya (BRS).

Bacaan Lainnya

Kepala Disperkim Kota Pagaralam David Kenedi menyampaikan, bantuan rumah ini diperuntukkan bagi 199 warga penerima bantuan dengan memakai dana APBN.

Penerima bantuan, dari dana APBN tersebar di beberapa RT di 3 Kelurahan Tanjung Agung, Sidorejo, Tebat Giri Indah. Sementara yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk warga yang bermukim di Kelurahan Beringin Jaya, Nendagung dan Besemah Serasan.

“Mereka yang menerima berasal dari warga berpengahasilan rendah yang diusulkan di kelurahan masing-masing,” kata David Kenedi, Jumat (2/10/2020).

Untuk total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,4 miliar dari APBN dan DAK Rp2,2 miliar .

“Kalau untuk anggaran yang disiapkan dana APBN melalui Balai Pelaksana Penyedian Perumahan Sumsel. Sementara yang bersumber dari DAK tahun 2020 Bidang Perumahan dan Pemukiman,” ujar David.

Masing-masing penerima bantuan, lanjut dia, akan mendapatkan dana Rp17,5 juta untuk program bantuan rumah swadaya. Rincinlannyaya, Rp15 juta untuk belanja bahan bangunan. Pembayaran ongkos pengerjaan dianggarkan sebesar Rp2,5 juta.

“Ini yang akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima bantuan,” katanya.

Sementara itu, sebagai tahapan pertama, para penerima mulai melakukan pembukaan rekening tabungan. Rekening ini difasilitasi oleh SKPD bekerjasama dengan pihak bank yang ditunjuk untuk memberikan layanan.

Pembukaan rekening ini dilakukan setelah sebelumnya Disperkim melakukan sosialisasi kepada penerima bantuan pada Januari 2020 lalu.
Sedangkan jadwal pembukaan rekening bank, kata David, telah dilaksanakan selama 3 hari.

Yakni, pada tanggal 8-10 September 2020, dengan masing-masing dua kelompok tiap harinya, dan dilaksanakan pada masing-masing lokasi yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, mengingat saat ini sedang berada di masa pandemi.

“Warga penerima bantuan wajib hadir saat pembukaan rekening. Kemudian ada pihak Disperkim sebagai penyelenggara. Serta tenaga fasilitator lapangan serta pihak bank sebagai penyedia layanan,” sambungnya.

Dalam program bantuan rumah swadaya, penerima bantuan juga harus memenuhi persyaratan yang sudah diatur oleh pemerintah. Di antaranya, penerima bantuan adalah orang pemilik tanah, atau tanah yang dihibahkan oleh pihak keluarga, berstatus berkeluarga/ pernah berkeluarga.

Termasuk juga, kewajiban dan tanggung jawab bagi penerima bantuan seperti pembukaan rekening yang tidak boleh diwakilkan. Dengan demikian, penerima bantuan bisa bekerjasama untuk pencapaian target pelaksanaan kegiatan.

“Targetnya bulan November selesai 100 persen dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.