Program jaringan gas rumah tangga bagi banyak keluarga di Kabupaten Muba, bukan sekadar saluran energi yang terhubung ke dapur. Program yang diinisiasi KKKS PT Medco E&P Indonesia itu telah mengubah cara hidup masyarakat, menghilangkan kekhawatiran kehabisan gas, memangkas pengeluaran bulanan, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan warga.
ASAP tipis mengepul dari dapur kediaman Yurnaini (49), ibu rumah tangga yang tinggal di RT 12, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Pagi itu, Minggu (7/6/2026) Yurnaini tengah asyik memasak nasi goreng untuk sarapan suami dan ketiga anaknya. Namun ada yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Jika dulu ia kerap dihantui rasa cemas ketika tabung gas elpiji mendadak habis di tengah aktivitas memasak, kini kekhawatiran itu hampir tak pernah lagi menghampirinya.
Tak ada lagi kepanikan mencari tabung gas pengganti atau berkeliling ke warung-warung saat kebutuhan dapur sedang mendesak.
Bagi perempuan yang setiap hari mengurus rumah tangga itu, kehadiran jaringan gas bukan hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membawa ketenangan.
Pengeluaran untuk kebutuhan memasak menjadi lebih hemat dan terukur. Uang yang sebelumnya harus disisihkan untuk membeli gas kini dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
“Lumayan sekali membantu. Uang yang biasanya untuk beli gas sekarang bisa saya gunakan untuk biaya sekolah anak-anak,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi ibu dari tiga anak tersebut, penghematan itu memiliki arti besar. Sedikit demi sedikit, manfaat jaringan gas yang mengalir ke rumahnya turut membantu meringankan beban keluarga dan mendukung pendidikan ketiga buah hatinya.
Bagi ibu tiga anak itu, biaya yang sebelumnya habis untuk membeli isi tabung gas kini dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan buah hatinya.
Anak pertamanya, Ekky (21), saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sementara anak keduanya, Errta (16), duduk di bangku kelas XII SMK, dan si bungsu, Rahma (13), bersiap memasuki jenjang SMP negeri pada tahun ajaran 2026.
“Kalau dulu uang banyak habis untuk beli gas, sekarang bisa lebih fokus untuk biaya sekolah anak-anak,” ujar Yurnaini dengan senyum penuh syukur.
Kehadiran jaringan gas rumah tangga yang diinisiasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Medco E&P Indonesia secara gratis, telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari Yurnaini dan ribuan ibu rumah tangga lainnya.
Manfaat serupa juga dirasakan Eni Hartati (42), ibu rumah tangga lainnya yang tinggal di Komplek Vila Bukit Sejahtera (VBS), Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba.
Jaringan gas yang terpasang langsung ke rumah membuat mereka tak lagi khawatir kehabisan gas saat sedang memasak.
Selain lebih praktis, penggunaan gas bumi dinilai mampu menekan pengeluaran rumah tangga setiap bulan.
Jika sebelumnya sebagian anggaran keluarga harus dialokasikan untuk membeli tabung elpiji, kini dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
Kehadiran jaringan gas rumah tangga bukan hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Eni mengaku, sebelum menggunakan jaringan gas alam (jargas), keluarganya bisa menghabiskan tiga hingga empat tabung gas elpiji setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Namun sejak tersambung ke jaringan gas rumah tangga, kekhawatiran kehabisan gas, terutama pada malam hari, nyaris tidak pernah dirasakan lagi.
“Kalau dulu kami bisa habis tiga sampai empat tabung gas dalam sebulan. Sekarang tidak khawatir lagi kalau malam-malam gas habis, karena gasnya selalu tersedia dan mengalir terus. Selain lebih praktis, penggunaan gas alam juga jauh lebih hemat dibandingkan elpiji. Saat ini untuk kebutuhan rumah tangga selama sebulan, biaya yang kami keluarkan hanya berkisar Rp40 ribu. Artinya jauh lebih hemat dibandingkan sebelumnya saat masih menggunakan tabung gas,” katanya.
Kepala Desa Lumpatan II, M Sazili Mustofa sangat mengapreasiasi langkah PT Medco E&P Rimau yang merupakan anak usaha PT Medco E&P Indonesia dalam menjalankan program jargas.
Program yang sudah berjalan delapan tahun ini sudah menjangkau empat kelurahan yakni Kayuara, Serasan Jaya, Soal Baru, dan Kelurahan Balai Agung.
Selain itu, jargas sudah dinikmati masyarakat yang berdiam diri di dua desa masing-masing Desa Lumpatan II dan Desa Lumpatan 1.
Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P South Sumatra Region, Hirmawan Eko Prabowo menjelaskan jika program jaringan gas di Muba merupakan bagian dari kegiatan bisnis dan dukungan terhadap program penyediaan energi nasional.
Jargas tercatat sebagai bagian dari kontrak penyaluran gas kepada pelanggan melalui skema komersial, termasuk kerja sama dengan PGN untuk wilayah Muba.
Dikatakannya, keberadaan jargas memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti akses energi yang lebih bersih, efisien, dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Medco melihat kontribusi ini sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap pembangunan wilayah, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pemanfaatan sumber daya gas domestik secara optimal.
“Meski bukan program CSR, jargas tetap menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan Medco dalam mendukung pembangunan daerah dan agenda energi nasional,” ujar Hirmawan Eko Prabowo.
(**)











