Pelaku Perampokan Bank BRI Pagaralam Dahulunya Dikenal Taat Beribadah dan Pekerja Keras

Tim Libas Polres Pagaralam mengamankan tersangka Hendro Kurniawan (duduk di bagian depan).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Ada yang menarik dari kasus perampokan kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 12.15 WIB.

Bacaan Lainnya

Pelaku perampokan tunggal terhadap bank plat merah itu ternyata mantan satpam lokasi yang menjadi target rampokannya.

Nah, bagaimana sosok tersangka Hendro Kurniawan (34), warga Gunung Agung Lama, RT014/004, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, saat masih bekerja di Bank BRI Pagaralam di mata pimpinannya.

Pimpinan Cabang Bank BRI Kota Pagaralam, Muhammad Arif Rahardjo saat ditemui Sumselupdate.com, siang tadi, mengaku masih belum percaya jika Hendro Kurniawan mantan karyawannya adalah pelaku perampokan yang terjadi di siang bolong pekan lalu.

Terlebih lagi, Arif mengaku, mengenal Hendro Kurniawan sebagai sosok yang taat beragama dan pekerja keras.

“Dengan kejadian ini tentu saya sangat kaget. Apakah salah pergaulan atau bagaimana. Dulunya anaknya tidak seperti itu. Dulu dia rajin shalat. Bahkan di saat jam kerja orangnya sangat cekatan,” kata Arif ditemui di kantornya, Senin (19/7/2021).

Menurut Arif, Hendro Kurniawan merupakan karyawan kontrak di kantor Cabang Bank BRI Pagaralam.

Namun dengan alasan ingin fokus bertani bawang, empat bulan sebelum terjadi aksi perampokan itu, Hendro Kurniawan mengundurkan diri.

Lokasi perampokan kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjadi pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 12.15 WIB.

Sebagaimana diketahui, Hendro Kurniawan diringkus Tim Libas Polres Pagaralam di tempat persembunyiannya di rumah kerabatnya yang berada di Pasar Panorama Bengkulu, Minggu (18/7/2021), sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara melalui Kasat Reskrim AKP Najamudin, SH kepada Sumselupdate.com, Senin (19/7) mengatakan, jumlah uang yang berhasil dirampok Hendro Kurniawan sebesar Rp48 juta.

Di mana dari hasil jarahannya itu, dari pengakuan pelaku, Rp38 juta dihabiskan untuk judi online. Sedangkan sisa Rp10 juta masih berada di dalam buku tabungannya.

Dari penangkapan itu, menurut AKP Najamudin, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Supra pelaku dalam melancarkan aksi, sepeda motor Honda Supra, kartu ATM, tas hitam, celana jeans, ikat pinggang, dan sepatu boot.

Sedangkan senjata tajam berupa parang dan helm, dibuang pelaku ke dalam sungai.

Atas perbuatannya, menurut Kasat, tersangka Hendro Kurniawan dijerat dengan Pasal 365 pencurian kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Diketahui peristiwa perampokan kantor cabang BRI Pagaralam, di Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel pada Jumat (16/7/2021) sekitar pukul 12.15 WIB, diwarnai aksi penyanderaan.

Kepala Cabang BRI Pagaralam, Muhammad Arif Rahardjo kepada Sumselupdate.com mengatakan, penyanderaan itu dilakukan pelaku seorang diri terhadap salah seorang karyawati yang di bagian dana dan jasa.

Menurut Arif, sebelum masuk dan melakukan penyanderaan, pelaku yang menggunakan sepeda motor ini sempat berputar-putar di sekeliling kantor cabang BRI Pagaralam guna melihat situasi.

Dari rekaman CCTV, menurut Arif pelaku sempat mengurungkan niat pada saat melihat karyawan keluar dari pintu belakang.

“Namun setelah melihat karyawan itu sudah berangkat shalat Jumat, pelaku kembali lagi sekaligus masuk untuk mengambil apa yang ada di dalam kantor,” tutur Arif.

Arif mengungkapkan dari gerak-gerik dari rekaman kamera pengintai, jika pelaku ini diduga kuat sudah sangat mengenal area kantor BRI.

Dugaan ini muncul menurut Arif, karena pelaku sangat tahu letak ruang penyortiran uang dan bisa tahu di mana pintu masuk yang tidak ada petugas keamanan.

Ditambahkan Arif, saat masuk di ruang penyortiran uang, ternyata pelaku tak menemukan uang.

Di dalam ruang penyortiran ini, pelaku yang membawa senjata tajam jenis parang sempat melakukan penyanderaan dan penyekapan terhadap seorang karyawati di bagian dana dan jasa.

Tak menemukan uang di ruang penyortiran, pelaku kemudian masuk ke ruang teller.

Nah, di ruang teller inilah, pelaku menemukan uang di dalam keranjang dan mengambilnya tanpa sisa.

Agar aksinya berjalan mulus, pelaku menakut-nakuti karyawan di bagian teller dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Setelah berhasil mendapatkan uang, pelaku dengan cepat menaiki sepeda motornya yang diparkir di samping kantor dan kabur ke arah Simpang Manna.

Pastinya, tambah Arif, akibat peristiwa perampokan ini setelah dihitung dengan seksama, kerugian BRI akibat musibah ini sebesar Rp21.045.000.

Arif mengatakan, untuk mengungkap siapa pelaku perampokan ini, pihaknya sudah melaporkan kasus ini Polres Pagaralam.

“Nasabah tidak perlu khawatir untuk menabung di BRI karena semua kerugian itu ditanggung oleh pihak asuransi,” kata Arif.

Guna mengantisipasi agar peristiwa ini tidak terulang, Arif mengatakan, usai kejadian pihaknya sudah memasang pagar di bagian samping maupun belakang kantor. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.