Beirut, Sumselupdate.com – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Volker Türk, menyatakan operasi militer Israel di Lebanon telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas terhadap warga sipil dan berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang.
Pernyataan tersebut disampaikan Volker Türk dalam konferensi pers di Beirut, Senin (28/7) waktu setempat, usai menyelesaikan kunjungan resmi selama empat hari ke Lebanon.
Dalam keterangannya, Türk mengatakan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM telah mendokumentasikan berbagai dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional yang terjadi selama konflik berlangsung.
“Kami telah mendokumentasikan pelanggaran hukum humaniter internasional dalam skala besar, yang sebagian di antaranya kemungkinan tergolong kejahatan perang,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pernyataan Pusat Informasi PBB.
Menurut Türk, serangan udara, tembakan artileri, serta penggunaan senjata peledak oleh militer Israel di kawasan permukiman padat penduduk telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, kerusakan infrastruktur, serta memicu gelombang pengungsian warga sipil.
Selain menyoroti dampak kemanusiaan, Türk mengungkapkan bahwa PBB telah membentuk misi independen dan imparsial untuk mengumpulkan informasi serta bukti terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam konflik sejak 2 Maret.
Ia menegaskan proses pengumpulan bukti tersebut bertujuan mendukung upaya penegakan akuntabilitas sesuai hukum internasional.
Berdasarkan data otoritas Lebanon yang dikutip PBB, sejak 2 Maret lebih dari 4.300 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 12.200 lainnya mengalami luka-luka akibat konflik.
Korban tersebut mencakup sedikitnya 135 tenaga kesehatan, selain sejumlah jurnalis dan pekerja media yang turut menjadi korban di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
PBB kembali menyerukan agar seluruh pihak yang bertikai mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk kewajiban melindungi warga sipil dan fasilitas sipil selama berlangsungnya konflik bersenjata.
(**)











