Serangan Udara Israel Hantam Lebanon Selatan, Gedung di Nabatieh Hancur

Writer: - Sabtu, 29 Agustus 2026
Foto yang diabadikan pada 30 Juni 2026 ini menunjukkan puing-puing bangunan pascaserangan udara Israel di Froun, Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Sumselupdate.com — Pesawat tempur Israel melancarkan sejumlah serangan udara di wilayah Lebanon selatan pada Kamis (27/8) malam waktu setempat.

Kantor berita milik pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi, termasuk kawasan Wadi Slouqi di Distrik Bint Jbeil dan Mansouri di Distrik Tyre.

Read More

Di Kota Nabatieh al-Fawqa, sebuah bangunan di kawasan al-Deir dilaporkan hancur akibat serangan udara Israel sekitar pukul 18.20 waktu setempat.

Sekitar 10 menit kemudian, serangan kembali terjadi di dekat bukit al-Dabsha. Serangan ketiga dilaporkan kembali menghantam kawasan al-Deir sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

NNA juga melaporkan terjadinya ledakan besar yang dilakukan pasukan Israel di sekitar perbukitan Baraachit, Distrik Bint Jbeil.

Serangan tersebut terjadi setelah Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menuding Hizbullah melancarkan serangan menggunakan dua drone peledak.

Dalam pernyataannya, IDF menyebut dua drone tersebut diarahkan ke pasukan Israel yang sedang beroperasi di kawasan Punggung Bukit Ali-Taher, yang berada di dalam Zona Keamanan di Lebanon selatan.

Israel kemudian menyatakan melancarkan serangan balasan dengan menargetkan fasilitas penyimpanan senjata milik Hizbullah di wilayah Nabatieh.

Ketegangan di Lebanon selatan berlangsung di tengah upaya mempertahankan kerangka gencatan senjata dan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Pada Kamis, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menegaskan bahwa Lebanon dan Israel pada akhirnya memiliki tanggung jawab untuk memenuhi komitmen masing-masing berdasarkan Resolusi 1701.

UNIFIL menyebut resolusi tersebut tetap menjadi kerangka utama untuk menjaga stabilitas di Lebanon selatan.

Sejumlah prinsip utama dalam resolusi tersebut mencakup penghormatan terhadap Garis Biru, yakni garis perbatasan antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan PBB pada 2000.

Selain itu, Resolusi 1701 menyerukan penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, serta perluasan otoritas pemerintah Lebanon ke seluruh wilayah negaranya.

UNIFIL menekankan bahwa pelaksanaan komitmen tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mencegah kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts