PBB, Sumselupdate.com – Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan serangkaian insiden kekerasan di Gaza dan Tepi Barat selama akhir pekan yang menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan tiga gudang milik PBB di Deir al-Balah, Gaza, mengalami kerusakan akibat serangan udara yang menyasar lokasi di dekat fasilitas tersebut.
Salah satu dari tiga gudang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. OCHA menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk infrastruktur kemanusiaan, harus mendapatkan perlindungan.
“Warga sipil dan objek sipil, termasuk fasilitas kemanusiaan, harus selalu dilindungi,” kata OCHA dalam keterangannya, Senin (24/8).
Sementara itu, kekerasan juga terjadi di Tepi Barat. OCHA melaporkan seorang anak tewas ditembak pasukan Israel di Kamp Askar, Kegubernuran Nablus.
Menurut laporan mitra kemanusiaan dan sumber medis setempat, insiden tersebut terjadi saat penyerbuan. Warga Palestina dilaporkan melemparkan batu, sebelum pasukan Israel merespons dengan melepaskan tembakan peluru tajam dan gas air mata.
OCHA juga melaporkan tiga warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam perselisihan keluarga di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, pada Minggu (23/8).
Mitra kemanusiaan menyebut dua dari tiga korban tewas akibat tembakan pasukan Israel yang masuk ke kawasan tersebut untuk melakukan intervensi. Pasukan tersebut dilaporkan menggunakan peluru tajam dan gas air mata.
“Dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan mematikan harus menjadi pilihan terakhir,” ujar OCHA.
Di lokasi lain, ketegangan meningkat setelah beredarnya video yang memperlihatkan serangan penusukan terhadap seorang pria Israel di kawasan Jericho pada Minggu.
Mitra kemanusiaan melaporkan pasukan Israel kemudian menyerbu desa Palestina Al Auja yang berada di dekat lokasi kejadian dan menangkap seorang anak yang diduga sebagai pelaku.
Dalam penyerbuan tersebut, pasukan Israel dilaporkan memperketat pembatasan pergerakan warga. Sejumlah toko dipaksa tutup dan beberapa rumah didatangi petugas.
OCHA menyebut penyerbuan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian rumah warga, termasuk pintu, perabotan, dan peralatan.
Rangkaian insiden tersebut menambah kekhawatiran badan kemanusiaan PBB terhadap keselamatan warga sipil di Gaza dan Tepi Barat di tengah berlanjutnya konflik dan meningkatnya ketegangan di wilayah Palestina.
(**)











