Iran Klarifikasi Isu Gabung Pakta Pertahanan Bersama Makkah

Writer: - Senin, 24 Agustus 2026
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 17 Agustus 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com — Iran belum menerima undangan resmi untuk bergabung dalam Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Esmaeil Baghaei pada Senin (24/8).

Mehdi Rahimi, kepala Kantor Berita Parlemen Iran, sebelumnya menyatakan Iran telah diundang untuk bergabung dalam pakta Makkah tersebut, yang ditandatangani sebelumnya bulan ini oleh Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan, demikian menurut laporan lembaga penyiaran Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon pada Minggu (23/8).

Read More

Menurut laporan tersebut, Rahimi mengatakan usulan itu sedang dipertimbangkan oleh kepemimpinan Iran.

Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan regional, menurut Kemenlu Pakistan.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk memperkuat pencegahan kolektif terhadap segala bentuk agresi, dengan menetapkan bahwa setiap serangan bersenjata terhadap satu dari ketiga negara itu akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, ungkap kementerian tersebut dalam pernyataannya.(xn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts