Perang Berkepanjangan Picu Eksodus, Hampir 270 Ribu Warga Israel Tinggalkan Negara

Writer: - Kamis, 6 Agustus 2026
Orang-orang berada di sebuah bunker untuk menghindari serangan rudal di Tel Aviv, Israel, pada 8 Juni 2026. (Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)

Yerusalem, Sumselupdate.com – Hampir 270.000 warga Israel meninggalkan negaranya selama sedikitnya tiga bulan berturut-turut dalam periode 2023 hingga 2025.

Fenomena ini dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan akibat perang serta polemik reformasi peradilan yang memicu ketidakpastian politik.

Read More

Temuan tersebut diungkap dalam studi Universitas Tel Aviv yang dirilis pada Selasa (4/8), berdasarkan analisis data Biro Pusat Statistik Israel.

Penelitian itu mencatat, sebanyak 90.922 warga Israel atau sekitar 0,89 persen dari total populasi yang mencapai sekitar 10,2 juta jiwa berada di luar negeri selama tiga bulan atau lebih secara berturut-turut sepanjang 2025.

Jumlah tersebut hampir sama dengan angka pada 2024 dan sedikit lebih tinggi dibandingkan 2023, menunjukkan tren emigrasi yang tetap bertahan pada level tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Para peneliti menilai gelombang emigrasi yang mulai meningkat sejak 2023 masih terus berlangsung. Mereka memperkirakan sekitar 45.000 hingga 50.000 warga Israel akan meninggalkan negaranya selama sedikitnya satu tahun pada 2025.

Menurut hasil studi, tren tersebut berpotensi memberikan dampak serius terhadap perekonomian dan struktur sosial Israel apabila terus berlanjut.

Risiko terbesar adalah berkurangnya tenaga kerja terampil, terutama para profesional berpendidikan tinggi di sektor teknologi, kesehatan, dan akademisi.

Para peneliti mengingatkan bahwa perekonomian Israel sangat bergantung pada sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, meningkatnya emigrasi tenaga ahli dapat menghambat pertumbuhan ekonomi sekaligus melemahkan daya saing negara dalam jangka panjang.

Fenomena ini juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran sebagian warga terhadap kondisi keamanan dan stabilitas politik domestik yang masih dibayangi konflik bersenjata serta kontroversi reformasi sistem peradilan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts