Musim Hujan Tiba, Penampungan Warga Gaza Bakal Kian Memprihatinkan

Writer: - Sabtu, 19 September 2026
Seorang anak Palestina berjalan di dalam bangunan yang rusak akibat badai di Gaza City pada 13 Januari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Gaza, Sumselupdate.com – Memasuki musim hujan, kondisi tempat penampungan bagi sebagian besar warga Gaza berkisar antara kritis hingga katastropik, demikian disampaikan badan kemanusiaan PBB pada Jumat (18/9).

Mitra-mitra kemanusiaan terus memperingatkan bahwa keluarga-keluarga di Gaza saat ini tinggal di tengah kehancuran yang meluas, kebutuhan bantuan kemanusiaan yang sangat besar, serta pembatasan yang terus berlanjut terhadap akses dan masuknya pasokan esensial, ungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Read More

“Diperkirakan 1,2 juta orang, atau 58 persen dari populasi, menghadapi kondisi tempat tinggal yang berkisar dari kritis hingga katastropik,” kata OCHA.

Saat hujan pertama musim ini mengguyur Gaza pada Jumat, mitra-mitra kemanusiaan menekankan bahwa lebih dari 65 persen keluarga yang telah mereka data saat ini tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat, dengan lebih dari separuhnya berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk, kata kantor PBB tersebut.

Bagian-bagian dari sebuah bangunan hunian yang rusak akibat perang di Gaza City runtuh pada Jumat. Insiden tersebut merupakan insiden kedua dari runtuhnya sebuah bangunan pada pekan ini. Tim darurat berhasil menyelamatkan anak-anak yang berada di bawah reruntuhan bangunan tersebut, dan hanya ada korban luka ringan, ungkap OCHA.

Baca juga: Serangan Udara Israel di Gaza City Tewaskan 2 Warga Palestina, 13 Orang Terluka

Insiden bangunan runtuh yang pertama terjadi pada Rabu (16/9), menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 11 anak.

OCHA mengatakan bahwa bersama para mitra, pihaknya telah menjangkau 200 rumah tangga dengan bantuan cepat pada pekan lalu dan menyalurkan bantuan hunian rutin kepada hampir 6.600 keluarga, yang mencakup ratusan tenda baru, terpal, peralatan dapur, lampu tenaga surya, alas tidur, serta selimut.

Baca juga: Puluhan Warga Palestina di Masafer Yatta Mengungsi

Sekali lagi, PBB mendesak otoritas Israel untuk menyetujui masuknya alat berat, oli mesin, bahan bangunan tahan lama, dan barang-barang lain yang diperlukan untuk memperbaiki bangunan yang rusak dan membantu masyarakat mendapatkan kondisi hidup yang lebih aman. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts