Pasca-Kasus Pembunuhan Perempuan Muda di Pagaralam Terungkap, Lobi Kantor Sat Reskrim Dihiasi Karangan Bunga

Salah satu karangan bunga yang menghiasi lobi kantor di Satuan Reskrim Polres Pagaralam pasca-ditetapkan dan ditahannya pelaku pembunuhan perempuan muda yang sempat menghebohkan warga Kota Pagaralam beberapa pekan terakhir, Selasa (9/8/2022).

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Sejumlah karangan bunga yang berisikan ucapan terima kasih, menghiasi lobi kantor di Satuan Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Pagaralam.

Read More

Karangan bunga tersebut dikirim warga pasca-ditetapkan dan ditahannya pelaku pembunuhan perempuan muda yang sempat menghebohkan warga Kota Pagaralam beberapa pekan terakhir.

Dari tulisannya terlihat, karangan bunga tersebut pemberian warga Kota Pagaralam, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni hingga Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Shandiyah, SE.

Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, SIk melalui Kasat Reskrim AKP Najamudin, SH didampingi Kasi Humas AKP Wempy Kayadu, SH mengatakan karangan bunga tersebut datang sejak Senin (8/8/2022) kemarin.

“Karangan bunga tersebut dikirimkan ke Polres Pagaralam sebagai bentuk rasa terima kasih dari masyarakat yang telah berhasil mengungkap kasus di wilayah hukum Polres Pagaralam. Terima kasih atas kiriman bunga dan kami mengapresiasi atas segala bentuk kiriman karangan bunga ini,” kata Kasat Reskrim Najamudin, SH kepada Sumselupdate.com, Selasa (9/8/2022).

Salah satu karangan bunga yang menghiasi lobi kantor di Satuan Reskrim Polres Pagaralam pasca-ditetapkan dan ditahannya pelaku pembunuhan perempuan muda yang sempat menghebohkan warga Kota Pagaralam beberapa pekan terakhir, Selasa (9/8/2022).

Najamudin mengatakan karangan bunga sebagai bentuk kepercayaan warga kepada Polres Pagaralam atas penanganan kasus tindak pidana di wilayah hukum Polres Pagaralam.

“Ini sebagai bentuk kepercayaan warga kepada Polres Pagaralam atas penanganan kasus tindak pidana yang telah berhasil diungkap serta selalu siap menjaga keamanan Kota Pagaralam dalam kondisi apapun,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Misawati (23), warga Desa Suka Cinta, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, yang jasadnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan di wilayah Cawang, Kelurahan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (30/7/2022) lalu, akhirnya terkuak.

Dalam press realese yang digelar di Mapolres Pagaralam dengan menghadirkan tersangka pembunuhan, Senin (8/8/2022), Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, SIK mengungkapkan, jika motif pembunuhan ini dilatarbelakangi korban kecewa dan menolak hubungan badan dengan pelaku.

Menurut Kapolres, dari pengakuan tersangka Riki Santoso (31), warga Tanjung Keling, RT 03, RW 02, Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, jika antara dirinya dan korban semula tidak saling kenal.

Nah, saat itu, Riki Santoso berkeinginan melakukan kencan dengan perempuan. Saat itu, pelaku melakukan Open BO melalui aplikasi Michat dan didapati nama korban.

Selanjutnya, korban dan pelaku sepakat bertemu untuk melakukan kencan semalam.

Kemudian pelaku menjemput korban menggunakan mobil dan membawa korban ke Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara.

Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku tampaknya sudah ‘berat ujung’ sehingga memaksa korban melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam mobil.

Dikatakan Kapolres, diduga kuat korban kecewa dengan apa yang hendak dilakukan pelaku.

Lantaran diduga kecewa itu, memicu korban meloncat dari atas mobil.

Melihat perempuan yang dipesannya melompat dan tergeletak di jalan, pelaku langsung kabur dengan kendaraan roda empatnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.