Palembang, Sumselupdate.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1342 Kota Palembang, PT Pos Indonesia akan meluncurkan prangko edisi khusus yang menampilkan empat ikon bersejarah Kota Palembang pada 15 Juni 2026 mendatang.
Empat ikon yang akan diabadikan dalam prangko tersebut adalah Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Kantor Ledeng, dan Prasasti Kedukan Bukit. Keempatnya dipilih karena memiliki nilai sejarah tinggi serta menjadi simbol identitas Kota Palembang.
Executive General Manager PT Pos Indonesia Palembang, Danny Wahyu Saputra, mengatakan pemilihan ikon tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Palembang.
“Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang terkait peluncuran prangko artefak dan bangunan bersejarah ini. Keempat ikon tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, identitas, dan keterkaitan yang kuat dengan perjalanan Kota Palembang,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Danny, penerbitan prangko edisi khusus ini merupakan bentuk kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang dalam memperkenalkan sejarah serta budaya daerah melalui media filateli.
Ia menjelaskan, PT Pos Indonesia sebelumnya juga telah menerbitkan berbagai prangko bertema budaya, pembangunan, hingga peristiwa nasional di sejumlah daerah, termasuk Palembang pada momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) dan agenda nasional lainnya.
Selain peluncuran prangko, PT Pos Indonesia bersama Pemerintah Kota Palembang juga menggelar Lomba Menulis Surat dan Kartu Pos untuk Wali Kota Palembang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Palembang ke-1343.
Kompetisi tersebut telah berlangsung sejak 15 Mei dan akan berakhir pada 15 Juni 2026. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak kembali mengenal budaya menulis surat yang mulai ditinggalkan di era digital, sekaligus meningkatkan minat literasi.
“Nantinya akan dipilih surat dan kartu pos terbaik yang ditujukan kepada Wali Kota Palembang. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya literasi, komunikasi tertulis, dan kecintaan terhadap media pos di kalangan pelajar,” kata Danny.
Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut baik peluncuran prangko artefak dan bangunan bersejarah tersebut. Menurutnya, prangko bukan hanya alat pengiriman surat, tetapi juga media dokumentasi sejarah yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan koleksi.
“Pemerintah Kota Palembang sangat mengapresiasi dan mendukung pencetakan prangko artefak dan bangunan bersejarah ini. Ini bukan hanya upaya mengenalkan dan membudayakan sejarah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan peradaban Kota Palembang yang dapat dikoleksi serta diabadikan sebagai arsip sejarah,” ujar Ratu Dewa.
Ia menegaskan, sebagai salah satu kota tertua di Indonesia yang memiliki akar sejarah sejak masa Kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki banyak peninggalan berharga yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Menurutnya, kehadiran prangko bertema sejarah dapat menjadi sarana promosi budaya yang efektif sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerah.
“Prangko memiliki nilai historis yang luar biasa. Ketika sebuah bangunan atau artefak diabadikan dalam prangko, maka ia tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga penanda sejarah yang dapat dikenal hingga lintas generasi, bahkan sampai ke berbagai daerah dan negara,” tambahnya.
Peluncuran prangko artefak dan bangunan bersejarah ini diharapkan tidak sekadar menjadi produk filateli, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga memori kolektif masyarakat, memperkenalkan kekayaan sejarah Bumi Sriwijaya kepada dunia, serta memperkuat identitas budaya Palembang sebagai salah satu kota tertua dan paling bersejarah di Nusantara.
(**)











