Palembang, Sumselupdate.com – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) resmi menerima hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Swiss sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang energi terbarukan di Indonesia.
Penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), program kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM), Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Seremoni penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Team Leader RESD, Dian Elvira Rosa, dan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., di Palembang, Selasa (21/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, Polsri juga meluncurkan Program Diploma IV Spesialisasi Satu Tahun Energi Terbarukan sebagai upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten di sektor energi bersih.
Team Leader RESD, Dian Elvira Rosa, mengatakan hibah laboratorium PLTS merupakan bentuk dukungan Pemerintah Swiss terhadap upaya Pemerintah Indonesia mempercepat transisi energi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi, khususnya dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan industri energi terbarukan di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., menyebut Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya.
Menurutnya, kehadiran program studi baru yang didukung fasilitas laboratorium modern akan memperkuat posisi Polsri sebagai pusat pengembangan kompetensi energi terbarukan di Pulau Sumatera.
“Sumatera Selatan bukan sekadar lumbung energi konvensional, tetapi juga memiliki ruang yang luas untuk beralih ke energi bersih. Dengan hadirnya Program Diploma IV Spesialisasi Energi Terbarukan yang didukung laboratorium PLTS ini, Polsri siap menjadi pusat keunggulan di Pulau Sumatera dalam mencetak tenaga ahli energi surya,” katanya.
Peralatan yang dihibahkan meliputi perangkat solar photovoltaic (PV) portabel, panel surya sistem rooftop, ground mount, dan pole mount, perlengkapan keselamatan kerja, serta berbagai sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Laboratorium tersebut juga dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung pembelajaran teknologi penyimpanan energi yang semakin dibutuhkan dalam pengembangan sistem PLTS.
Polsri bergabung sebagai salah satu mitra baru dalam RESD Fase II yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028. Sebelumnya, proyek ini telah mendampingi lima politeknik negeri sejak 2020 dan kini diperluas menjadi 10 politeknik di Indonesia.
Selain penyediaan fasilitas laboratorium, proyek RESD juga mencakup pengembangan kurikulum energi terbarukan yang berfokus pada teknologi PLTS dan sistem penyimpanan energi, pelatihan teknis dan pedagogis bagi dosen oleh tenaga ahli asal Swiss, penyelenggaraan kuliah tamu industri, pelaksanaan tracer study, hingga evaluasi kurikulum secara berkala.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan Polsri mampu menghasilkan lulusan yang siap menjawab kebutuhan industri energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia.
(**)











