Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk pada Kamis (17/9/2026) pagi. Pemantauan melalui aplikasi IQAir menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sangat tidak sehat, bahkan terdapat titik pemantauan yang masuk kategori berbahaya.
Data IQAir yang terpantau pada Kamis dini hari hingga pagi menunjukkan kualitas udara Palembang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada sekitar pukul 02.00 WIB, IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) Palembang berada di angka 275 atau kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 200 µg/m³.
Dalam pemantauan lima stasiun di Palembang, kondisi terburuk tercatat pada stasiun GP_PLM yang sempat mencapai AQI 659 atau kategori berbahaya.
Sementara itu, empat stasiun lainnya juga menunjukkan kualitas udara yang berada pada level sangat tidak sehat, yakni Musi 2 Palembang dengan AQI 275, Demang 274, Palembang Bukit Kecil 253 dan Sukarami 237.
Angka tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara di sejumlah kawasan Palembang tidak seragam dan dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, angka AQI sebaiknya dibaca berdasarkan waktu pemantauan.
Kondisi kabut asap juga terlihat cukup tebal di sejumlah wilayah Palembang sejak malam hingga menjelang pagi. Jarak pandang di beberapa kawasan terlihat berkurang akibat asap dan udara yang berkabut.
Meski kualitas udara memburuk, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti aktivitas penerbangan harus dihentikan. Operasional penerbangan ditentukan berdasarkan kondisi meteorologi dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG untuk kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api, pada Kamis 17 September 2026 kondisi diprakirakan cerah berawan pada pagi hingga siang hari, meski pada waktu tertentu juga terdapat potensi udara kabur. Jarak pandang yang diprakirakan BMKG juga dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.
IQAir sendiri memberikan peringatan adanya kebakaran hutan di sekitar Sumatera Selatan dalam pemantauan kualitas udara Palembang. Data tersebut menunjukkan PM2.5 menjadi polutan utama yang memengaruhi kualitas udara saat ini.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kondisi udara berada pada kategori sangat tidak sehat atau berbahaya.
Penggunaan masker saat berada di luar ruangan, menutup jendela ketika kualitas udara luar memburuk serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan juga menjadi langkah yang dianjurkan ketika konsentrasi partikulat meningkat.
BMKG dan instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, kualitas udara serta potensi titik panas yang dapat berkontribusi terhadap memburuknya kondisi udara di Palembang dan wilayah Sumatera Selatan.
(**)











