Pagaralam, Sumselupdate.com – Kopi menjadi salah satu produk yang lekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Pagaralam. Di tengah perubahan perilaku konsumen, pelaku usaha kopi tidak hanya dituntut menjaga kualitas produk, tetapi juga semakin perlu beradaptasi dengan ekosistem bisnis digital.
Perubahan tersebut dapat terlihat dari semakin beragamnya cara konsumen mencari produk, berkomunikasi dengan penjual dan melakukan pembayaran.
Bagi pelaku UMKM kopi, kemampuan menerima transaksi digital menjadi salah satu bagian dari adaptasi tersebut.
QRIS memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS. BRI juga menyediakan layanan QRIS bagi merchant dalam ekosistem pembayaran digitalnya.
Digitalisasi dapat memberikan manfaat lebih jauh apabila diikuti dengan pencatatan transaksi yang tertib.
Pelaku usaha kopi, misalnya, dapat menggunakan data transaksi untuk melihat periode penjualan yang ramai, produk yang paling banyak diminati dan kebutuhan operasional usaha.
Dengan demikian, teknologi pembayaran tidak hanya digunakan sebagai alat menerima uang, tetapi dapat menjadi bagian dari pengelolaan bisnis.
Pimpinan Cabang BRI Pagaralam Agustian Siburian mengatakan, pelaku UMKM perlu melihat digitalisasi sebagai bagian dari proses pengembangan usaha.
“Digitalisasi bisa dimanfaatkan UMKM sesuai kebutuhan usahanya, mulai dari transaksi hingga pengelolaan bisnis. Yang terpenting, teknologi tersebut digunakan untuk membuat usaha semakin tertata dan memberikan kemudahan bagi pelanggan,” katanya.
Ekosistem digital juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran.
Produk kopi tidak harus hanya dijual kepada pelanggan yang datang langsung ke kedai atau toko. Pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai kanal digital untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar daerah.
Namun, perluasan pasar juga harus diikuti dengan kesiapan produksi.
Jika permintaan meningkat, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas, ketersediaan produk, pengemasan dan pelayanan.
Karena itu, pengembangan UMKM kopi membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Modal usaha merupakan salah satu kebutuhan, tetapi kemampuan mengelola keuangan, menjaga kualitas produk, membangun merek, memanfaatkan pemasaran digital dan menyediakan metode pembayaran yang praktis juga tidak kalah penting.
Bagi Pagaralam, pengembangan usaha berbasis komoditas lokal dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha.
Dari petani, pengolah, pelaku roasting, kedai hingga usaha oleh-oleh, setiap mata rantai memiliki peluang untuk menciptakan nilai tambah.
Digitalisasi kemudian menjadi salah satu alat yang dapat membantu pelaku usaha tersebut terhubung dengan konsumen yang semakin terbiasa dengan layanan serba cepat dan praktis.
(**)











