Lagi, Oknum Ngaku Pegawai BKD OKU Sebar Penipuan SMS Terhadap Guru Honorer

Kamis, 21 April 2016
Ilustrasi (net)

Baturaja, Sumselupdate.com – Nampaknya, pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) OKU, harus memberikan informasi jelas, pasalnya kembali aksi penipuan terhadap guru honorer dan kepala sekolah di lingkup Pemerintah Kabupaten OKU terjadi.

Kali guru honor dan kepala sekolah diresahkan dengan beredarnya Short Message Service (SMS) yang diterima oleh sebagian besar guru honor dan kepsek diwilayah setempat.

Bacaan Lainnya

Modusnya kali ini sama dengan aksi-aksi sebelumnya yang mendirim sms secara berantai mengaku pegawai dari BKD OKU. Adapun sms tersebut berisi meminta kepada kepsek dan honorer yang masa kerja diatas 4 tahun untuk meng SMS-kan nama lengkap, masa kerja, unit kerja dan no HP masing-masingmiliknya.

Salah satu guru honor mengatakan no HP yang mengaku Samsul sebagai pejabat di kepegawaian BKD OKU. “Ini nomor Hpnya 0812-8145469 pengirim atas nama Samsul”terangnya.

Terkait sms yang beredar tersebut, para guru dan kepsek meminta kepada BKD OKU untuk memberikan kepastian apakah data diminta benar permintaan BKD atau hanya modus penipuan. “Tolong pihak BKD OKU bertindak cepat, sebab sudah banyak korbanya, bukan kali ini saja”terangnya.

Sementara itu, pihak BKD OKU saat dikonfirmasi beredarnya SMS tersebut membantah adanya permintaan kepada kepsek dan guru honorer untuk menyampaikan data melalui sms. “Tidak ada kami meminta, itu penipuan”tegas Kepala BKD OKU Zandi Soleh melalui Plh BKD OKU, Burhanudin Lubis SE, Kamis (21/4).

Menurut Lubis, pihaknya tidak pernah memberikan informasi melalui sms kepada perorangan honorer ataupun ASN di OKU, melainkan pihkanya menyampaikan melalui surat resmi kepada masing-masing SKPD tempat ASN atau honorer bertugas. “Tolong, SMS yang beredar itu diabaikan saja. Sejauh ini tidak ada permintaan kepada kepsek dan honorer untuk mengumpulkan data”tegas Lubis.

Untuk itu pihaknya sangat menghimbau kepada seluruh pejabat dan honorer maupun masyarakat untuk tidak mudah percaya. “Yang jelas jika ada telepon maupun sms apalagi meminta transper sejumlah uang jangan dilakukan, langsung konfirmasi dulu kepada kami”terangnya.

Seperti sebelumny, aksi seperti ini sduah sangat sering terjadi terkhusus banyak yang menjadi sasaran guru honorer. “Saya juga pernah tertipu 3 juta melayang, modusnya mengaku pegawai BKD dan sebelumnya menghubungi kepesek saya”ucap Era salah satu guru honorer.(yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.