Muarabeliti, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Ir H Alex Noerdin, mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas (Mura), Ir H Hendra Gunawan – Hj Suwarti agar hati-hati terhadap Kabupaten Muratara. Karena kabupaten termuda di Provinsi Sumsel ini bisa saja menyalip Kabupaten Mura dalam hal pembangunan.
“Hati-hati dengan Muratara, bisa saja Kabupaten termuda di Sumsel ini menyalip Kabupaten Mura dalam hal pembangunan,”katanya, saat acara HUT Mura, Rabu (20/4) lalu.
Dia mengatakan mengapa saya memperingatkan Bupati dan Wakil Bupati, karena saat ini Mura masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Karena masih tertinggal artinya pembangunan 10 tahun yang lalu belum begitu berhasil.
”Kemana pembangunan 10 tahun terakhir ini kalau masih masuk dalam daerah tertinggal,”sindirnya.
Kemudian kehati-hatian sangat perlu mengingat Sumber Daya Alam (SDA) banyak berada di Muratara. Kendati demikian Mura harus optimis, kalau kerja keras disertai dengan strategi yang baik, Insya Allah Mura akan menjadi Kabupaten terdepan di Sumsel.
“Dan sebelum 2018 sudah lepas dari predikat daerah tertinggal,”ungkapnya.
Masih katanya, selama menjadi Bupati dan Gubernur, Insya Allah dua periode, dan pernah menjadi ketua Bupati se Indonesia. Seluruh wilayah sudah pernah dikunjung. Dari kunjungan tersebut ada benang merah yang harus dilihat.
Apabila ada Kabupaten bagus rakyat sejahtera pasti Bupatinya bagus, sebaliknya kalau ada daerah masih tertinggal bisa dipastikan Bupatinya tidak bagus. Itu artinya posisi kepala daerah sangat menentukan maju atau tidak daerah yang dipimpin.
”Saya berpesan,supaya pembangunan berhasil banyak-banyaklah berada di daerah. Kalau tidak perlu jangan ke Jakarta atau Palembang, karena memegang amanah dari rakyat. Sebab amanah bisa hilang sewaktu-waktu,”tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga, sebagai Gubernur Sumsel, dia memberi inspirasi kepada Bupati Mura, untuk membangun Mura kedepan, Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Tentunya untuk mengelola itu tidak bisa dilakukan sendirian.
Artinya harus ada investasi dari luar.
”Kita levelnya bukan nasional lagi tapi sudah internasional,”jelasnya.
Dia menegaskan kalau kita mau maju harus bersaing, tetapi bersaing secara sehat. Apa yang disampaikan bukan untuk menyombongkn diri tetapi sebagai inspirasi untuk membangun. (Ain)











