Napi Tewas Tergantung di Kamar Cukur Rambut, Seisi Rutan Pakjo Palembang Geger

Jasad Bobi Saputra saat berada di kamar jenazah RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk dilakukan visum, Sabtu (20/2/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Negara Pakjo di Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan dikejutkan dengan seorang narapidana (napi) tewas tergantung di kamar pangkas rambut yang berada di dalam Rutan, Sabtu (20/2/2021).

Bacaan Lainnya

Belakangan diketahui napi nahas tersebut bernama Bobi Saputra (27) yang kesehariannya pemangkas rambut, juga sebagai pendamping Bimker dengan status dipidana dua tahun enam bulan.

Jasad Bobi Saputra pertama kali ditemukan petugas Rutan Pakjo bernama M Binrawi (33) yang saat ini tengah mengecek ruangan yang biasa digunakan korban beraktifitas setiap harinya sebagai pemangkas rambut.

Jenazah Bobi Saputra saat pertama kali ditemukan gantung diri menggunakan kain sarung.

“Saya sempat mengecek di Blok A kamar 3 tempat korban, karena korban tidak kelihatan saat pengecekan tahanan, maka saya mencarinya. Saat di cek ruangan pangkas rambut, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (20/2/2021).

Dikatakannya, setiap hari Binrawi rutin menghitung napdi di setiap kamar pukul 07.00 WIB. Namun, untuk korban, dikeluarkan pukul 07.15 WIB

“Karena dia merupakan Bimker, yang harus bersihkan ruangan pangkas rambut. Ketika dicek di sana, korban sudah tak bernyawa,” katanya

Mengetahui kejadian tersebut, Unit identifikasi Polrestabes Palembang mendatangi Rutan Pakjo untuk olah TKP dan mengevakuasi korban ke kamar jenazah RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat melalui Kanit Identifikasi, Iptu Agus Wijaya membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Anggota identifikasi sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengevakuasi korban. Kini korban sudah dibawa ke RS Bhyangkara untuk kepentingan visum et repertum,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.