Mie Basah Berformalin Diketahui Dipasok dari OKU

Kamis, 16 Juni 2016
Takwin Kabid Konsumsi dan Kemanan Pangan BKP OKU

Baturaja, Sumselupdate.com – Terkait penemuan mie kuning basah yang mengandung formalin di pasar Bedug Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa waktu lalu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten OKU, mengaku telah mengetahui asal dari mana produksi mie tersebut. Namun pihak BKP sendiri belum bisa mengambil tindakan lantaran mengaku bukan kewenangan pihaknya.

“Seperti diakui oleh salah satu pedagang di pasar bedug, jika asalnya dari Pasar Atas. Nah hal itu telah kami pantau sejak lama, tapi kami tak bisa menangkap tangan sebab bukan kewenangan kami,” kata Takwin, Kabid Konsumsi dan Kemanan Pangan, BKP OKU Kamis (16/7).
Bahkan kata dia, tahun-tahun sebelumnya, pihaknya sudah memberi himbauan dan pembinaan terhadap pelaku yang diketahui keturunan cina itu. Namun ditemukannya ini artinya kata dia si pelaku itu sendiri masih mengulanginya.
“Yang jelas kami terus mengawasi namun secara pasti apakah produksi di sini atau dari luar OKU itu belum kami ketahui,”imbuh Takwin.
Diungkapkanya, tugas pihaknya hanya pembinaan dan mengawasi, disoal dalam bentuk apakah pembinaan itu sendiri, Takwin mengaku hanya sebatas omongan saja, belum ada pembinaan langsung, sebab pihaknya keterbatasan anggaran.
“Lagi lagi kembali terbatasnya anggaran kami, tahun ini saja cuma Rp 300 juta untuk bagian konsumsi dan keamanan pangan,” kata dia.
Sebenarnya kata dia, pembinaan yang sebenarnya yakni mengumpulkan para pedagang dengan memberikan bimtek namun hal itu belum pernah dilakukan pihaknya lantaran kurangnya anggaran.
Namun kata dia, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pembinaa, kepada pedagang.
Terkait pengawasan makanan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), yang menjadi semboyan saat ini mengantikan empat sehat lima sempurna, yang tersebar di pasar tradisional pihaknya mengaku siap untuk melakukan pengawasan, namun tentu harus lintas sektoral dari Disperindagkop dan Dinkes.
“Kalau kami menangkap kami menyalahi jadi perlu dinas terkait unuk mengawasi dan menindak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati OKU Drs Kuryana Azis telah mengintruksikan kepada lintas sektor termasuk Diperidagkop dan UKM, Dibkes dan pihak lainya untuk segera operasi pasar.
“Diperindag harus memantau itu. Jangan sampai kenaikan bahan pokok terlalu berlebihan. Jika ditemukan harga yang tinggi cepat ambil sikap. Disperindagkop harus bisa menekan kenaikan harga, dan makanan yang berbahay” jelas Kuryana. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts