Menyaru Anggota Polisi, Dua Bandit di Palembang Ini Peras Sopir Truk

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Yuliansyah saat press realese penangkapan dua bandit yang melakukan pemerasan terhadap sopir truk, Selasa (28/9/2021).

Laporan: Andika Pratama

Palembang, Sumselupadet.com –  Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur II Palembang berhasil meringkus dua bandit yang melancarkan aksi dengan menyaru sebagai anggota polisi dan melakukan pemerasan terhadap sopir truk bermuatan minyak sawit.

Read More

Kedua bandit itu masing-masing Mgs Ahmad Khuzairi (29), warga Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang dan Hendra Saputra (20), warga jalan Kancil Putih V, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang melakukan pemerasan terhadap sopir di kawasan Jalan Bambang Utoyo, Kelurahan 3 Ilir tepatnya di depan PT Andovelin Raharja, Kecamatan IT II Palembang pada Jumat (2/9) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Yuliansyah mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula saat korban Wawan (55) sopir yang membawa truk tangki berisikan CPO dari Pendopo Kabupaten PALI tujuan Palembang, menjadi korban keganasan kedua pelaku.

Saat itu, mobil truk korban tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Saat itu para pelaku menghadang laju mobil truk dengan menggunakan mobil Cayla warna putih.

Para pelaku kemudian mengaku polisi, karena takut korban turun dan lari ke pos Satpam PT Andovelin Raharja untuk minta tolong.

Melihat korban melarikan diri, kedua lantas pelaku mengejar. Bahkan kedua pelaku yang dibantu oleh rekannya yang masih DPO Rahmat, menunjukan KTA polisi kepada korban dan satpam.

Kemudian korban dibawa oleh ketiga pelaku untuk berkeliling.

Tersangka Mgs Ahmad Khuzairi dan Hendra Saputra.

“Saat korban diajak keliling para pelaku kemudian memaksa meminta uang Rp5 juta kepada korban. Namun oleh korban hanya bisa diberikan Rp2 juta setelah korban minta transfer kepada keluarganya karena butuh uang,” ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Setelah itu uang sebesar Rp1,9 juta diambil pelaku di rekening korban melalui ATM. Selanjutnya korban diturunkan oleh ketiga pelaku di kawasan kantor Walikota Prabumulih.

“Saat dilakukan interogasi oleh anggota kita tersangka Mgs Ahmad Khuzairi mengaku cuma ikut karena diajak rekannya Rahmat,” jelasnya.

Khuzairi mengatakan, bahwa Rahmat merupakan pecatan polisi.

“Tidak tahu pastinya, namun dia mengaku pecatan polisi namun ada KTA-nya jadi kami percaya, yang merencanakan semua ini adalah Rahmat,” ungkapnya.

Ahmad Khuzairi mengungkapkan kejadian bermula pada saat mereka mengikuti mobil truk tangki menggunakan mobil saat di lokasi.

“Kami hadang dan suruh stop kemudian kami mengaku anggota, lalu dia lari masuk pos satpam. Kemudian kami datangi pos satpam tersebut dan kami mengaku polisi dan Rahmat menunjukan KTA polisi ke satpam,” katanya.

Ahmad Khuzairi mengungkapkan, setelah korban dilepas oleh satpam, kemudian korban dibawa naik mobil dan berkeliling.

“Saat itu korban kami ikat menggunakan tali dan matanya ditutup menggunakan kain, kami minta duit Rp5 juta dan korban memberi Rp2 juta setelah korban menghubungi keluarganya, karena dia takut kemudian menuruti kemuan kami,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, uang hasil jarahan dari korban dibagi rata bertiga.

“Uangnya kami bagi rata, kalau saya uang tersebut saya gunakan untuk makan dan beli rokok,” tutupnya.

Atas ulahnya tersebut, kedua pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman penjara di atas lima tahun. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.