Modus Mengimingi Rp100 Ribu, Kakek Ini Tega Cabuli ABG Hingga Tujuh Kali

Tempat kejadian perkara pencabulan di klinik yang baru dibangunnya tepatnya di Jalan Kolonel H Barlian, Lorong Kota Baru, Kecamatan Sukarame, Palembang, Sumsel, Jumat (6/11/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Hancur sudah masa depan BG (15). Anak Baru Gede (ABG) ini menjadi korban pencabulan kakek berinisial YD (61) di dalam klinik yang baru dibangunnya, tepatnya di Jalan Kolonel H Barlian, Lorong Kota Baru, Kecamatan Sukarame, Palembang.

Bacaan Lainnya

Aksi bejat YD terakhir kali terjadi pada Sabtu (31/10/2020). Aparat yang tengah patroli memergoki pelaku tengah mencabuli korban, sehingga YD harus meringkuk di sel tahanan Mapolrestabes Palembang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, YD mengawali aksi bejatnya dengan merayu BG untuk pergi tanpa sepengatahuan ibunya dengan imbalan uang sebesar Rp100 ribu.

Setelah korban berhasil dirayu, YD mengajaknya ke sebuah klinik yang berada di Jalan Kota Baru, Srijaya, Alang-Alang Lebar, Palembang, pukul 17.30, Sabtu (31/10/2020).

Setiba di lokasi kejadian, YD langsung melampiaskan nafsu birahinya. Beruntung aksi pencabulan YD kepergok anggota yang sedang berpatroli.

Saat kepergok, petugas menemukan korban BG dan YD sedang tidak menggenakan busana dengan posisi kuda-kudaan.

Petugas pun langsung mengamankan dan menggiring YD ke Mapolrestabes Palembang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sedangkan korban BG masih terduduk lemas dan tampak binggung saat ditemukan petugas.

“Saya tidak terima Pak, anak saya sudah dicabuli pelaku. Oleh karena itu saya melapor ke sini, berharap pelaku dihukum atas perbuatannya,” kata ibu korban.

Dari keterangan YD, ternyata aksi cabulnya ini pun sudah dilakukan korban sudah tujuh kali. Setiap melakukan aksi bejatnya itu, dia memberikan uang imbalan Rp100 ribu.

Sedangkan korban juga ketika dimintai keterangan anggota terlihat banyak bekas merah di lehernya karena aksi pelaku.

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene, membenarkan bahwa pelaku diamankan saat petugas Ranmor sedang melakukan patroli dan mendapatkan info adanya peristiwa tersebut.

“Pelaku saat ini ditahan di Unit PPA, Hingga kini pelaku masih kita periksa, untuk dilakukan pengembangan terkait dugaan adanya korban lain,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.